Berita

Jadi Klaster Baru, Wali Kota Cimahi Minta Warga Disiplin dan Taati Aturan

Hasanah.id – Pemerintah Kota Cimahi resmi menutup sementara operasional Pasar Antri yang berada di Jalan Sriwijaya Raya, karena teridentifikasi menjadi klaster baru penularan virus Corona (Covid-19). Penutupan Pasar Antri ini dilakukan mulai Minggu (24/5/2020) hingga dua pekan ke depan.

Diakui Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna, mengubah kebiasaan warga tidaklah mudah. Perlu sosialisasi dan edukasi berkelanjutan agar warga bisa paham jika apa yang diberlakukan pemerintah saat ini adalah salah satu upaya yang harus dilakukan bersama sebagai upaya bersama memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Tantangan terberat kami adalah menghadapi segela kebiasaan yang sudah mungkin dan terus menerus. Jadi ini bukan sesuatu yang mudah jadi sebuah tantangan. Tapi meski begitu kami dari pemerintah kota tidak berdiam diri,” kata Ajay, Senin (25/5/2020).

Ajay sangat berharap warga bisa mengambil hikmah dari kejadian yang terjadi di Pasar Antri. Dia minta warga semakin disiplin dalam kesehariannya.

“Mudah-mudahan pascalebaran ini tak ada sesuatu yang sangat dahsyat yang terjadi,” harapnya.

Kini, Pasar Antri Cimahi ditutup sementara sebagai upaya mensterilkan pasar. Selain itu, gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kota Cimahi pun kini melakukan tracing atau pelacakan kontak dari orang yang terpapar covid-19 tersebut.

Tak hanya itu, warga yang kemarin ada dalam kerumunan di Pasar Antri diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Jika ada yang merasa kurang enak badan dan merupakan gejala covid-19, diminta untuk segera mendatangi layanan kesehatan untuk diperiksa.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Chanifah Listyarini menerangkan, penutupan itu dilakukan menyusul diketahuinya dua orang pedagang terkonfirmasi positif Covid-19 hasil tes swab massif yang dilaksanakan otoritas setempat.

“Ya betul, pasar ditutup selama 14 hari mulai Minggu kemarin. Sehingga selama 14 hari ke depan diharapkan melakukan penyemprotan disinfektan, kami harapkan tidak hanya dari kami tetapi juga dari penjualnya,” ucap Chanifah, Senin (25/5/2020).

Sebelumnya, dua orang yang dinyatakan positif Corona berdasarkan dua lokasi pemeriksaan berbeda. Pertama, wanita 60 tahun warga Kelurahan Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah menjalani pemeriksaan swab yang digelar Dinkes di Pasar Antri pada 15 Mei 2020 dengan sasaran 58 pedagang.

Dari pemeriksaan swab menggunakan metode PCR itu, hasil tes keluar pada 23 Mei 20020. Salah satu hasil tes menunjukkan seorang pedagang positif Covid-19.

“Dari Pasar Antri itu ada 58 sampel yang diambil dan memang hasilnya tidak semuanya langsung keluar. Sampai sekarang ada beberapa hasilnya negatif tapi tanggal 23 itu kita dapat satu orang positif Covid-19,” tutur Chanifah.

Sedangkan seorang lagi, pedagang di Pasar Antri yang berdomisili di Desa Tani Mulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Pria tersebut mengikuti tes swab yang dilaksanakan Pemkab Bandung Barat setelah mendaftar di Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat (Pikobar).

“Di Bandung Barat juga dilakukan Pikobar yang mendaftar secara sukarela. Awalnya, ada seseorang yang mendaftar di Pikobar dan hasil tesnya positif Covid-19, kebetulan dia salah satu penjual di Pasar Antri,” kata Chanifah.

Selain menutup pasar sebagai antisipasi penyebaran virus, Dinkes Kota Cimahi akan melanjutkan pemeriksaan Covid-19. Pemeriksaan akan kembali menyasar pedagang dan pembeli.

“Kita akan melihat kondisi, nantinya akan melakukan pengetasan apakah pakai swab test dan rapid test. Besok rapat dengan pengelola dan pedagang pasar,” ucap Chanifah.

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close