OLAHRAGA

Pengurus IPSI Gelar Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali Kota Bandung

Hasanah.id– Koni Kota Bandung menaungi 51 induk cabang olah raga, salah satunya Pencak Silat. Belum lama ini, Pengurus Cabang (Pengcab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Bandung kembali menggelar kejuaraan pencak silat ‘Piala Wali Kota Bandung 2019’ di GOR KONI Kota Bandung, Jalan Jakarta Kota Bandung, 25-29 September 2019. Kejuaraan pencak silat bertajuk ‘Piala Wali Kota Bandung’ ini terakhir kali digelar pada empat tahun lalu yakni tahun 2015.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung meningkatkan kinerjanya membina atlet berprestasi. Dari Wali Kota Cup inilah akan terjaring bibit unggul untuk proses pembinaan yang berujung di 2023. Dari sisi itu kita bisa lihat potensi bibit, kita perlu database dan databe itu yang potensial untuk masa depan, katanya.

Sementara Ketua Umum IPSI Kota Bandung, Cece Muharam menuturkan, kejuaraan Piala Wali Kota Bandung merupakan agenda rutin yang digelar setiap tahun. Namun kejuaraan tidak digelar pada tiga tahun terakhir.

“Seyogyanya digelar setiap tahun. Tapi pada tahun 2016 tidak digelar karena kita fokus mendukung atlet pencak silat Kota Bandung pada PON XIX, lali di tahun 2017 itu persiapan menghadapi Porda XIII dan tahun 2018, kita fokus ke pelaksanaan Porda XIII Jabar,” ujar Cece.

Pada kejuaraan Piala Wali Kota Bandung tahun 2019 ini antusiasme atlet sangat tinggi. Panitia harus membatasi jumlah atlet yang ikut serta disesuaikan dengan waktu dan tempat pertandingan.

“Kita batasi sebanyak 800 orang dan pendaftaran sudah ditutup sejak pekan lalu serta kuota atlet sudah terpenuhi. Atlet yang berhak mengikuti kejuaraan pun hanya untuk atlet pencak silat asal Kota Bandung,” terangnya.

Kejuaran ini akan mempertandingkan empat kategori nomor. Yakni di nomor tunggal, ganda, regu, dan tanding. Di setiap nomor pertandingan, dibagi dalam empat kategori kelompok usia. Mulai dati kelompok usia SD kelas 1-3, SD kelas 4-6, SMP, SMA, serta kelompok umum under 23 tahun.

“Untuk kelompok usia SD dan SMP, kita hanya pertandingkan nomor tunggal saja dan kelompok SMA serta U23 mempertandingkan semua nomor. Kejuaraan ini bersifat semi open sehingga atlet bisa mewakili sekolah, paguron pencak silat, atau klub,” ujarnya.

Pada kejuaraan ini atlet pencak silat yang masuk dalam program atlet andalan (PAL) Kota Bandung tidak diizinkan ikut serta. Begitu pun dengan atlet pencak silat yang masuk dalam komposisi tim pelatda PON XX Jabar maupun pelatnas SEA Games 2019 di Manila.

“Kita sudah bentuk tim khusus yang akan memantai seluruh atlet yang tampil. Jika menurut penilaian tim khusus tersebut cukup mumpuni dan berpotensi, maka akan dibina lebih lanjut untuk mengganti para seniornya, salah satunha di PAL. Baik di level Porda tahun 2022, maupun PON XX tahun 2019,” tegasnya.*

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close