Breaking News
Trending Tags
Beranda » Berita » Kementan Temukan 212 Merek Beras Diduga Oplosan, Rugi Rp99 Triliun

Kementan Temukan 212 Merek Beras Diduga Oplosan, Rugi Rp99 Triliun

  • account_circle Hasanah 012
  • calendar_month Selasa, 15 Jul 2025
  • visibility 50
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

HASANAH.ID, NASIONAL – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satuan Tugas Pangan berhasil menemukan 212 merek beras yang diduga tidak sesuai standar. Daftar merek tersebut telah diumumkan kepada publik sebagai langkah penindakan praktik penjualan beras oplosan.

Modus yang digunakan pelaku adalah menjual beras kualitas biasa dengan label premium atau medium, serta mencantumkan berat kemasan yang tidak sesuai dengan isi sebenarnya. Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian mengungkapkan hasil pemeriksaan menunjukkan 86 persen dari total produk beras yang diuji terbukti menggunakan label palsu.

“Bahkan ada kemasan tertulis 5 kilogram, padahal isinya hanya 4,5 kilogram. Kalau emas ditulis 24 karat padahal hanya 18 karat, itu kan penipuan, sangat merugikan masyarakat,” kata Amran pada Sabtu (12/7/2025).

Menurut Amran, selisih harga akibat klaim palsu ini mencapai Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram. Jika diakumulasikan secara nasional, potensi kerugian masyarakat bisa menembus Rp99,35 triliun per tahun.

Sebelumnya, Satgas Pangan Polri telah melakukan penyelidikan terhadap sejumlah produsen beras yang diduga melanggar ketentuan mutu dan takaran. Empat produsen beras premium telah diperiksa pada Kamis (10/7/2025), yaitu Wilmar Group, Food Station Tjipinang Jaya, Belitang Panen Raya, dan Sentosa Utama Lestari (Japfa Group).

Dari hasil pemeriksaan lapangan, ditemukan berbagai merek beras dari beberapa wilayah yang terindikasi melanggar aturan. Beberapa di antaranya adalah:

Wilmar Group (sampel dari Aceh, Lampung, Sulawesi Selatan, Jabodetabek, Yogyakarta):

  • Penulis: Hasanah 012
expand_less