Kertawangi, Model Desa Inovatif Berbasis Lingkungan - Hasanah

Kertawangi, Model Desa Inovatif Berbasis Lingkungan

Kang Ewon, Kepala Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat

Hasanah.id – Cisarua. Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat dinobatkan sebagai juara pertama dalam lomba Desa Inovatif tahun 2021 dalam rangka hari jadi Kabupaten Bandung Barat ke 14 tanggal 19 Juni 2021 yang lalu.

Didaulat menjadi desa terbaik diantara 165 desa di Kabupaten Bandung Barat. Kepala Desa Kertawangi, Yanto mengungkapkan jika desanya terpilih menjadi pemenang lantaran inovasinya dengan meluncurkan program kampung sampah yang melibatkan warga di dua RW.

Ia menjelaskan, sebagai desa yang memiliki potensi wisata yang cukup banyak, dibutuhkan program pengendalian dan pengurangan sampah yang dimulai sejak dari rumah tangga, salah satunya dengan pembuatan TPS3R atau Reduce, Reuse, Recycle.

TPS3R tersebut dibangun berdasarkan program dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Satgas Citarum Harum. Tujuannya untuk menekan produksi sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti.

“Kampung Kurang Sampah ini sudah berjalan sekitar satu tahun, sempat diresmikan oleh pak bupati Juli tahun 2020, Alhamdulillah, setidaknya ada 800 KK di Dua RW yang terlibat mulai mengelola dan menyelesaikan persoalan-persoalan sampah yang ada di lingkungannya,” katanya.

Melalaui inovasi dan inisiasi Kepala Desa Kertawangi, diharapkan pihaknya bisa mengatasi permasalahan sampah yang selama ini menjadi polemik di setiap daerah. Melalui program Kampung Kurang Sampah, kang Ewon sapaan Kepala Desa Kertawangi mengajak masyarakat proaktif menjaga lingkungan mulai di tingkat individu.

Meski masih menggunakan teknologi yang sangat sederhana, yaitu dengan membuat perangkat pembakaran sampah ramah lingkungan dan terkendali. Inti dari program Kampung Kurang Sampah adalah bagaimana mampu mengendalikan sampah di rumah masing-masing.

“Saat sampah selain dipisahkan dimusnahkan melalui pembakaran, itu yang bisa kita lakukan, disini yang terpenting adalah bagaimana mengedukasi permasalahan sampah selesai di tingkat individu, kedepan kita akan menggunakan incinerator, guna mengatasi masalah polusi dan yang terpenting adalah sejauh mana kontribusi kita menjaga lingkungan. Yang sudah kita siapkan adalah melalui penanaman pohon sebagai upaya meminimalisir timbulnya polusi,” ujar Kang Ewon.

Butuh paradigma baru pengelolaan sampah dengan memandang sampah sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomi dan dapat dimanfaatkan seperti energi, kompos, pupuk atau bahan baku industry.

“Paling tidak, gagasan kami melalui program Kampung Kurang Sampah di desa Kertawangi ini bisa menjadi  contoh bagi desa-desa lainnya di Kabupaten Bandung Barat. Harapannya desa kami yang memiliki banyak destinasi wisata mampu menjamin para wisatawan semakin betah berkunjung menikmati pesona alam desa kami dengan merasakan kenyamanan dan kebersihan lingkungan dari kesadaran masyarakatnya.” Jelasnya.

Pesona Burangrang Hadir Sebagai Destinasi Baru

Desa Kertawangi yang berada di kaki Gunung Burangrang memiliki sejumlah destinasi wisata yang sudah dikenal masyarakat seperti Curug Pelangi, Curug Layung, Dusun Bambu, Natural Hill, Situ Lembang dan masih banyak tempat wisata alam lainnya termasuk Kampung Kurang Sampah yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi.

Sebagai upaya pengembangan desa wisata, Desa Kertawangi kini tengah membangun fasilitas Rest Area tepatnya di jl. Kolonel Masturi KM 11. Lokasi Rest Area ini di bangun melalui swadaya masyarakat dengan memanfaatkan lahan Perum Perhutani dibawah KPH Bandung Utara dalam bentuk kerjasama .

Sedikitnya 40 gerai disediakan yang terdiri dari kedai kopi, gerai tanaman hias, wahana kuliner, information centre  dan yang menarik adalah hadirnya wahana toilet komersil di dalam kawasan Rest Area yang bernama Pesona Burangrang.

“Rest area ini kami bangun atas dasar swadaya masyarakat, selain sebagai bentuk pengembangan UMKM juga menjadi salah satu sarana penunjang bagi wisatawan yang berkunjung  di Desa Kertawangi. Meski kondisi saat ini masih pandemi wabah covid-19 tidak menyurutkan bagi masyarakat Kertawangi untuk tetap optimis membangun unit-unit usaha baru,” ujar Kang Ewon.

Ia berharap, hadirnya Rest Area tersebut  dapat menjadi destinasi wisata baru yang dikelola langsung oleh masyarakat dan memiliki nilai ekonomi tinggi bagi masyarakat Desa Kertawangi.

“Kedepan Rest Area ini akan menjadi destinasi baru. Jadi, wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata yang sudah ada, bisa berkunjung di Rest Area ini dengan menikmati wahana-wahana yang kami sediakan yang dibutuhkan para wisatawan.” Pungkasnya. (Uwo/Kus)

Total
1
Shares
Related Posts