DPRD PROV JABAR

Komisi II DPRD Jabar Minta Bansos Jabar Ganti Uang

Hasanah.id – DPRD Jabar mendesak Pemprov Jawa Barat mengembalikan bantuan sosial (Bansos) Provinsi Jabar, bagi keluarga terdampak Covid-19 ke uang, bukan sembako.

Hal ini guna meminimalisasi masalah dalam penyaluran bansos tersebut. Seperti yang terjadi di Garut, akibat bantuan sembako yang lama tidak didistribusikan, setidaknya empat ton telur membusuk dan harus diganti dengan yang baru. Sementara proses pendistribusian belum bisa dipastikan waktunya.

“Kendala dari awal penyaluran bansos ini adalah data. Ya efeknya seperti yang terjadi di Garut. Makanya, kita mengusulkan bansos ini bentuknya uang sesuai dengan usulan DPRD di awal pembahasan bansos,” ungkap Sekretaris Komisi II DPRD Jabar, R. Yunandar Rukhiadi Eka Perwira saat dihubungi Senin (11/5/2020).

Kejadian di Garut, katanya harus menjadi bahan evaluasi bersama. Apalagi bansos ini pertama kali dilakukan. Selain itu, bantuan pemerintah biasanya berupa uang, seperti bantuan Kartu Program Keluarga Harapan (PKH).

“Saya kita pemprov juga masih belajar, karena belum pernah melaksanakan sebelumnya. Ini harus menjadi evaluasi kita. Mumpung bantuan yang diberikan masih sekitar -nya. Kita mencari cara yang terbaik,” ujarnya.

Soal data, ia mengatakan di awal data penerima bansos yang digunakan adalah Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) pemerintah pusat. Di Jabar jumlahnya mencapai 1,6 juta KK. Namun, lanjutnya, data tersebut ternyata data tahun 2011.

Akhirnya, Pemprov Jabar menyusun data baru yang langsung disisir dari RT/RW. Makanya muncul angka 3,7 juta, tapi pemprov sudah menyisir kembali data tersebut menjadi 2 juta.

“Kasus Garut ini saya nilai karena data yang belum siap. Informasi yang saya terima dua hari lalu, data penyebaran bansos di Garut memang masih nol. Informasinya penyaluran bansos di Garut baru hari ini dilaksanakan,” jelasnya.

Ia mengaharapkan dengan diberikannya bansos dalam bentuk uang diharapkan tidak akan lagi kasus Garut di daerah lain. Karena rencannya, bansos ini akan dilaksanakan dalam 4 gelombang.

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close