Berita

Kota Cimahi Siap Belakukan PSBB Bandung Raya

Hasanah.id – Pemerintah Kota Cimahi mempersiapkan matang rencana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan berlangsung serentak di kawasan Bandung Raya. Butuh kepatuhan semua pihak dalam penerapan PSBB sehingga bisa efektif menekan laju penularan corona virus disease (Covid-19).

Hal itu terungkap dalam Rakor Pembahasan PSBB bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Kota Cimahi beserta jajaran Pemkot Cimahi di Kel. Cigugur Tengah Kec. Cimahi Tengah Kota Cimahi, Rabu 15 April 2020.

“Perlu upaya untuk meminimalkan pemutusan rantai penyebaran yang lebih efektif. Walaupun banyak hal telah ditempuh, akhirnya kita pertimbangkan untuk mengajukan PSBB tentunya dengan segala kalkulasinya. PSBB tidak akan pernah berhasil atau sia-sia ketika perilaku masyarakat yang tidak patuh, serta karakter masyarakat yang cenderung sulit berubah,” ujar Wali Kota Cimahi Ajay M. Priatna.

Pihaknya menyampaikan beberapa upaya yang telah dilakukan sesuai Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyebaran Infeksi Virus Corona Disease (Covid-19) tertanggal 30 Maret 2020, menegaskan upaya menekan penyebaran virus corona (covid-19) di Kota Cimahi.

Di antaranya mengurangi kerumunan massa, membatasi jam operasional toko modern dan pasar tradisional, tempat makan, serta aturan lainnya untuk kepentingan masyarakat.

“Tetapi masyarakat Kota Cimahi belum memiliki kesadaran penuh untuk patuh sehingga ditemukan pelanggaran. PSBB ini diharapkan bisa dipatuhi semua pihak,” jelasnya.

Menghadapi bulan ramadhan 2020, Ajay menyatakan, perlu peran MUI Kota Cimahi untuk mensosialisasikan pertimbangan ibadah tarawih digelar di rumaj masing-masing.

“Masyarakat perlu pematuhi aturan tersebut. Ketika ada perubahan dalam beribadah merupakan kepentingan bersama, bukan kepentingan tertentu. Perlu adanya koordinasi dari Tokoh Agama dan Satpol PP untuk memberika himbauan dan teguran kepada masyarakat agar beribadah di rumah,” imbuhnya.

Sementara itu, DPRD Kota Cimahi mendukung penuh langkah yang diambil, mengingat kasus positif Covid-19 di Kota Cimahi terus meningkat setiap harinya. Hingga saat ini saja, kata Achmad, jumlah positif di Kota Cimahi tercatat sudah ada 24 positif Covid-19 di 13 kelurahan dari 16 kelurahan yang ada.

“Kondisi ini mengkhawatirkan jadi dengan tegas mendukung PSBB di Kota Cimahi,” terang Achmad.

Untuk mempersiapkan penerapan PSBB dan penanganan COVID-19, Gugus tugas telah melakukan pergeseran anggaran sebesar Rp 64,4 miliar, diantaranya berasal dari pergeseran anggaran perjalanan dinas legislatif sebesar Rp 20,3 miliar dan perjalanan dinas eksekutif sebesar Rp 3 miliar.

“Pergesaran anggaran perjalanan dinas DPRD sebesar 20 miliar lebih ini berasal dari sisa anggaran yang tidak terpakai di triwulan I sebesar 5,2 miliar dan triwulan kedua 15,13 miliar,” ujarnya.

Selain pergesaran anggaran perjalanan dinas, lanjut Achmad, pergesaran juga dilakukan pada anggaran belanja tidak terduga sebesar Rp 3,7 miliar, dana retensi Rp 1,5 miliar, anggaran Program Pemberdayaan (PPM) Kelurahan sebesar Rp 100 juta per RW hanya akan dialokasikan 50 persen dan pergeseran anggaran-anggaran lainnya. (*)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close