3 Tradisi Isra Mi’raj di Berbagai Negara, Kanada Paling Unik
- account_circle Hasanah 015
- calendar_month 26 Januari 2025, 19:40 WIB
- visibility 117
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi orang mengaji (sumber Syauqifilllah- Pixabay)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID – Umat Islam di Indonesia tengah bersiap memperingati Isra Mi’raj yang jatuh pada Senin (27/01/2025). Selain melakukan amalan-amalan yang disunnahkan seperti puasa, zikir dan shalawat Nabi, di negara Turki terdapat tradisi Malam Kandil saat merayakan Isra Mi’raj. Lantas bagaimana dengan negara lain?
Berbicara soal tradisi Isra Mi’raj, Indonesia pun memilikinya. Seperti di Yogyakarta ada Rejeban Peksi Buraq, Lombok dengan Ngusiran, Temanggung memiliki tradisi Khataman Kitab Arjo dan terakhir Bangka Belitung terdapat Nganggung.
Selain Indonesia dan Turki, dalam artikel kali ini, redaksi Hasanah.id akan memberikan informasi seputar 3 tradisi Isra Mi’raj yang ada di berbagai negara. Penasaran? Simak artikel ini sampai habis!
Mesir
Mengawali dari negara Piramida Giza berada, Mesir memperingati Isra Mi’raj dengan tradisi Sufi. Kelompok Sufi akan mengadakan zikir bersama, tidak hanya itu dalam tradisinya diiringi dengan musik tradisional Arab.
Kemudian di kawasan Al-Azhar, Kairo terdapat ulama-ulama besar yang mengadakan diskusi terbuka mengenai hikmah Isra Mi’raj. Banyak diantaranya masyarakat Mesir yang menghadiri acara tersebut, agar mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang nilai-nilai spiritual.
India
Untuk muslim India dalam memperingati Isra Mi’raj, mereka akan mengunjungi dargah untuk berdoa. Dargah sendiri berasal dari bahasa Persia yang berarti portal atau pintu gerbang. Kemudian saat Isra Mi’raj pun, masjid-masjid di kota seperti Hyderabad dan Lucknow akan dihiasi dengan lampu yang berwarna-warni.
- Penulis: Hasanah 015



