Apa Keunikan Kuda Nil? Herbivora yang Paling Berbahaya di Afrika
- account_circle Hasanah 015
- calendar_month Minggu, 16 Feb 2025 10:17 WIB
- visibility 281
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi kuda nil minum air (sumber freepik)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID- Siapa disini yang pernah menonton Film animasi Madagascar? Ya, mungkin Anda akan ingat dengan tokoh bernama Gloria, seekor kuda nil yang menggemaskan. Tapi tahukah Anda di kehidupan nyata, mamalia semi akuatik berukuran besar ini sangat berbahaya dan mematikan?
Kuda nil juga salah satu hewan darat terbesar di dunia, karena bobot tubuhnya yang bisa mencapai 4,5 ton. Kuda nil berasal dari Afrika sub-Sahara dan biasanya menghuni sungai, danau, dan rawa bakau.
Dalam artikel kali ini, tim redaksi Hasanah.id akan memberikan informasi mengenai keunikan kuda nil, yang merupakan hewan herbivora paling berbahaya di Afrika. Penasaran? Simak artikel ini sampai habis ya!
Kuda nil tidak bisa berenang
Walaupun termasuk hewan semiakuatik, memiliki kaki berselaput dan mampu menahan napas di dalam air hingga 5 menit, ternyata kuda nil tidak bisa berenang!
Tubuh kuda nil, terutama kepala mereka telah mengembangkan sistem adaptasi yang otomatis. Sehingga dapat membuat kepala dari mamalia tersebut, tetap berada di atas air untuk bernafas.
Baca Juga: Pakar Ungkap Alasan Monyet Berkeliaran di Kota Bandung Hingga Bikin Warga Panik
Tetapi kuda nil memiliki kemampuan berlari yang sangat cepat, bahkan jika hewan tersebut berada dalam air. Karena ukurannya yang besar, kebanyakan orang tidak percaya bahwa kuda nil bisa berlari cukup cepat. Faktanya, kuda nil bisa mencapai kecepatan tertinggi lebih dari 40 kilometer per jam saat berlari di darat.
Kuda nil hewan paling mematikan di dunia
Sekitar 500 orang dilaporkan meninggal setiap tahun di Afrika karena gigitan mamalia yang mematikan itu. Hewan tersebut sangat agresif dalam mempertahankan wilayahnya, kuda nil akan menyerang apa pun yang masuk atau terlalu dekat dengan anaknya.
- Penulis: Hasanah 015



