Hanung Bramantyo Soroti Kualitas Visual Film Animasi Merah Putih: One for All
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025 11:44 WIB
- visibility 113
- comment 0 komentar
- print Cetak

Hanung Bramantyo Soroti Kualitas Visual Film Animasi Merah Putih: One for All
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id — Sutradara Hanung Bramantyo kembali melontarkan kritik terhadap film animasi Merah Putih: One for All. Kritik terbaru disampaikan setelah ia menonton film tersebut pada hari pertama penayangan, Rabu (14/8).
Dalam pernyataannya, Hanung menilai film besutan produksi nasional itu belum siap tayang di layar lebar karena kualitas visual yang, menurutnya, masih dalam tahap awal pengembangan.
“Kalau saya lihat ini masih awal banget proses animasinya. Belum diapa-apain. Jadi betul-betul masih sebatas pre-visualisasi,” ujar Hanung saat ditemui di Kemang, Kamis (14/8).
Ia menjelaskan bahwa yang ditampilkan dalam film tampak seperti tahapan awal pasca-skenario, yang umumnya digunakan untuk memberi gambaran kepada animator tentang aset visual seperti latar hutan, sungai, dan air terjun.
“Ini bukan hasil akhir yang seharusnya ditayangkan ke publik, tapi hanya untuk para kreator sebagai referensi aset yang akan dibuat,” tambahnya.
Hanung juga menyoroti aspek teknis, terutama pada detail animasi yang menurutnya belum halus. Ia mencontohkan tampilan bulu di ekor monyet dalam salah satu adegan yang terlihat seperti mockup dan belum natural.
“Di layar lebar sangat kelihatan kalau itu masih mentah. Kita tahu itu monyet, tapi saat ditampilkan di bioskop, kualitas visualnya seharusnya lebih baik,” ujarnya.
Sebagai perbandingan, Hanung menyebut film animasi Adit Sopo Jarwo The Movie yang memiliki bujet sekitar Rp12-13 miliar namun hanya dirilis di platform streaming karena dianggap belum sempurna secara teknis.
“Kalau Adit Sopo Jarwo saja tidak tayang di bioskop karena belum maksimal, kenapa Merah Putih: One for All justru dirilis di layar lebar dengan kondisi seperti ini?” kata Hanung.
Sebelumnya, pada Minggu (10/8), Hanung juga sempat mengkritik keputusan penayangan film ini melalui unggahan di Instagram. Ia mempertanyakan alasan di balik pemilihan tanggal tayang 14 Agustus, di tengah antrean ratusan film Indonesia lain yang menunggu jadwal.
“Terus kenapa harus buru-buru tayang? Ironisnya kok bisa dapat tanggal tayang di tengah 200 judul film Indonesia antre tayang?” tulisnya.
Merah Putih: One for All adalah film animasi bertema patriotisme yang diproduksi untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI. Film ini tayang serentak di bioskop nasional sejak 14 Agustus 2025.
- Penulis: Bobby Suryo



