Breaking News
Trending Tags

Viral Sunscreen Palsu SPF Rendah , Kenali Risiko Kanker Kulit dan Cara Membedakannya

  • account_circle MFC Team
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026 11:32 WIB
  • visibility 194
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bandung, Hasanah.id– Belakangan ini publik dikejutkan dengan fenomena viral sunscreen palsu yang beredar luas di pasaran.

Produk pelindung matahari yang seharusnya melindungi kulit justru menyimpan bahaya laten karena memiliki kandungan SPF rendah yang tidak sesuai dengan label kemasannya.

Temuan ini memicu kekhawatiran besar, terutama karena penggunaan sunscreen palsu dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker kulit akibat paparan sinar ultraviolet (UV) yang tidak tersaring dengan sempurna.

Isu mengenai viral sunscreen palsu ini mencuat setelah sejumlah pakar kosmetik dan konten kreator melakukan uji laboratorium independen terhadap beberapa merek populer.

Hasilnya sangat mengejutkan; produk yang mengklaim memiliki SPF 50 ternyata setelah diuji hanya memiliki proteksi setara SPF rendah di bawah angka 5.

Ketidaksesuaian klaim ini tentu sangat berbahaya bagi konsumen yang merasa sudah terlindungi namun kenyataannya kulit mereka terpapar radiasi berbahaya yang memicu risiko kanker kulit.

Julian Sass, seorang ilmuwan kosmetik terkemuka, menjadi salah satu sosok yang memviralkan temuan sunscreen palsu ini melalui media sosial TikTok.

Dalam investigasinya, ia menemukan bahwa banyak produk viral sunscreen palsu memiliki komposisi bahan yang tidak masuk akal.

Beberapa produk bahkan tidak mengandung zat aktif pelindung matahari seperti zinc oxide atau avobenzone, sehingga klaim proteksinya palsu belaka dan hanya memberikan proteksi SPF rendah yang tidak mampu menghalau sinar UVA dan UVB.

Bahaya utama dari penggunaan produk dengan SPF rendah yang menyamar sebagai produk premium adalah akumulasi kerusakan DNA pada sel kulit.

Paparan sinar matahari tanpa perlindungan memadai merupakan faktor utama meningkatnya risiko kanker kulit jenis melanoma maupun karsinoma.

Masyarakat diminta lebih selektif dan tidak mudah tergiur harga murah, karena viral sunscreen palsu seringkali dijual dengan harga yang jauh di bawah standar pasar untuk menarik minat pembeli yang kurang waspada.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: MFC Team
expand_less