“Gangguan Mental” karena Medsos Bernama “Dismorfik Snapchat”
- account_circle hasanah editor
- calendar_month Selasa, 7 Agt 2018 17:54 WIB
- visibility 902
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bahkan, jumlah pasien berusia di bawah 30 tahun yang melakukan operasi plastik semakin meningkat.
Disebutkan, daripada melakukan prosedur bedah plastik, mereka yang menderita BDD sebaiknya mencari pertolongan psikologis seperti terapi perilaku kognitif.
Melakukan prosedur bedah plastik, kata Vashi, hanya akan memperburuk gejala BDD.
“Selfie yang di-filter dapat membuat orang kehilangan kontak dengan realitas, membuat kita berharap agar terlihat sempurna sepanjang waktu,” kata Vashi.
Vashi juga menekankan pentingnya pemahaman efek media sosial pada citra tubuh.
Fenomena “dysmorphia Snapchat” muncul setelah riset yang membuktikan media sosial berdampak negatif pada harga diri, dan meningkatkan risiko kesehatan mental.
Berdasarkan laporan the Office for National Statistic 2015, lebih dari seperempat remaja yang menggunakan media sosial selama lebih dari tiga jam sehari memiliki masalah kesehatan mental.
Untuk pasien yang menunjukkan gejala BDD, para peneliti dan dokter merekomendasikan skrining tambahan untuk memeriksa masalah mendasar.
Esho juga menyarankan adanya pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui semua unsur dalam dismorfik tubuh. lifestyle.kompas.com
- Penulis: hasanah editor



