DPRD PROV JABAR

Masyarakat Keluhkan Bansos Pemprov, DPRD Jabar Minta BNT Dialihkan Jadi BLT

Hasanah.id– Beberapa masalah dan persoalan yang terjadi di lapangan mengenai penanganan Covid-19 oleh Pemprov Jabar terutama bantuan pangan pada program bantuan sosial (Bansos) sembako.  Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi PKS, Abdul Hadi Wijaya, menegaskan sebaiknya program tersebut dihentikan dan dialihkan dari Bantuan Non Tunai (BNT) menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Mulai munculnya keluhan-keluhan dari masyarakat terkait kualitas bantuan sosial dari Pemprov Jabar, sebagai anggota DPRD Jabar, mengusulkan program tersebut dihentikan dari non tunai. Ini ternyata semakin membahana kekurang-kekurangannya,” ujar Hadi, yang juga Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Ahad (10/5/2020).

Lanjut Hadi mengatakan dalam program bansos non tunai pertama yang menjadi persoalan adalah susahnya pendistribusian yang harus sampai ke pelosok. “Ini justru dalam pengiriman lambat akan berdampak terhadap pengiriman yang tidak tepat sasaran,” ucapnya.

Yang kedua persoalan yang terjadi dilapangan, menurutnya, pada kualitas yang saat ini sudah mulai terangkat ke publik. Seperti di Garut adanya telor busuk “Telor Berading”, jika memang itu telor berading berarti pemerintah menyuruh masyarakatnya mengkonsumsi.

“Sama saja pemerintah meracuni masyarakatnya. Ini sangat tidak baik jika memang isu ini yang terangkat,” katanya.

Yang ketiga persoalan pengadaan barangnya. Menurut Abdul Hadi, dalam pengadaanya dikuasi oleh pengusaha yang memiliki akses besar. Artinya pengusaha yang kuat, seharusnya ada sub contrak pada pengusaha kecil yang ada di daerah.

Justru sebaliknya jika bansos ini dilakukan secara tunai, maka yang akan makmur itu adalah warung-warung yang ada disekitar penerima. “Bayangkan di satu kampung dan satu desa ada 50 orang yang menerima sebesar Rp 500 ribu. Maka omzet yang beredar dikampung tersebut bisa mencapai Rp25 Juta dalam satu bulan,” ujarnya.

Jika memang benar pemerintah provinsi ingin mensejahterakan rakyatnya, Ia meminta segera dilakukan evaluasi terkait pemberian bansos secara non tunai dan dialihkan ke bantuan langsung tunai. “BLT akan mengurangi resiko yang sangat besar. Bulan depan bansos non tunai harus bisa dialihkan ke bantuan langsung tunai. Ini yang harus dilakukan gubernur,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, komoditi telur untuk bantuan sembako Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil ditemukan dalam kondisi membusuk sebelum bantuan tersebut disalurkan. Bahkan angkanya mencapai 4 ton telur.

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close