ADIKARYA PARLEMENBerita

Memo Hermawan: Infrastruktur Pusat Hingga Pedesaan di Jawa Barat Harus Terkoneksi

ADIKARYA PARLEMEN

Hasanah.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah memaparkan sejumlah prioritas pembangunan yang akan dilakukan Jawa Barat pada 2020. Ada sembilan prioritas pembangunan. Salah satu poin penting adalah infrastruktur konektivitas wilayah.

Sebelumnya Gubernur Jawa barat Ridwan kamil menjelaskan bahwa Pemrov Jawa Barat memiliki kantor Badan Penghubung (Banhub) di Jakarta. Kantor ini bisa dimanfaatkan oleh Kabupaten/Kota untuk berbagai kegiatan, salah satunya di kantor Banhub akan ada tim pelobi yang akan membantu Pemda Kabupaten/Kota di Jawa Barat untuk melobi pemerintah pusat melalui Kementerian/Lembaga agar mendapatkan proyek infrastruktur strategis.

Menyikapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Jabar, H. Memo Hermawan mengapresiasi langkah strategis pemerintah provinsi. Pasalnya, ia menilai masih ada gap antara infrastruktur nasional dengan pusat ekonomi berbasis kerakyatan yang ada di pedesaan-pedesaan.

Ia mengatakan, salah satu indikator pembangunan infrastruktur yang efektif adalah dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi dan produktivitas khususnya masyarakat Jawa Barat, namun hal ini belum dirasakan sepenuhnya.

“Ini PR (pekerjaan rumah. red) kita yaitu bagaimana menyambungkan infrastruktur yang sifatnya nasional, seperti bandara, pelabuhan, jalan-jalan nasional dengan pusat-pusat produksi kerakyatan yang terkoneksi dengan provinsi Jawa Barat,” ujar Memo saat dihubungi, Sabtu 06/06/2020.

Sebagai anggota Komisi IV DPRD Prov Jabar, Memo Hermawan berkomitmen memperhatikan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat dengan tetap mengacu pada kepentingan masyarakat. Menurutnya, seringkali ia menemukan ruas jalan penyambung antar desa maupun kecamatan rusak dan terkesan dibiarkan. Padahal, ruas jalan antar desa ini penting sebagai penyambung ekonomi.

“Ini juga masih menjadi PR kita bersama agar pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan. Ketika jalan yang sifatnya prestisius itu ada, tidak hanya sekedar kebanggaan saja atau simbol, tetapi juga ada dampak ekonomi untuk masyarakat,” yakin legislator dapil Jawa Barat III itu.

Tak hanya masalah pembangunan, ia pun mengingatkan bagaimana solusi penanganan banjir untuk wilayah Jabar, amdal pembangunan kereta api cepat Bandung-Jakarta, percepatan jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) dan dampak kemacetan lalu-lintas di jalur Puncak dan beberapa titik yang wilayah penunjang ibu kota.

Memo melihat bahwa masyarakat Jawa Barat sangat perlu untuk mendapatkan infrastruktur yang layak. Sejalan dengan penegasan bahwa sebenarnya segala hal yang dibangun adalah untuk kebaikan hari ini dan lebih baik lagi untuk generasi mendatang.  “Masalah pembangunan infrastruktur di masyarakat adalah hal yang tak bisa dihindarkan saat ini. Mulai dari konektivitas antarwilayah yang belum memadai hingga jalan-jalan yang kurang layak yang perlu diperbaiki,” tukas Ketua Fraksi Partai PDI Perjuangan ini. (Uwo-)

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close