Menkes Sebut Penyebab Fenomena Anak Cuci Darah Gegara Konsumsi Gula Berlebih
- account_circle Hasanah 013
- calendar_month Minggu, 4 Agt 2024
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin./Foto: Gilang Fathu Romadhan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
HASANAH.ID, NASIONAL – Fenomena anak yang melakukan cuci darah akhir-akhir ini sedang menjadi sorotan. Salah satu penyebabnya tak lain adalah mengkonsumsi gula yang berlebihan
Merespons hal tersebut, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta agar para orang tua memantau anaknya dalam mengkonsumsi gula.
Budi menyebut, terjadinya cuci darah disebabkan oleh kebiasaan anak-anak dalam mengkonsumsi makanan dan minuman manis.
“Banyak anak sekarang dikasih minum sama makan gulanya tinggi,” katanya,di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 2 Agustus 2024.
Untuk menekan risiko gagal ginjal, ia meminta para orang tua membatasi anak-anaknya dalam mengkonsumsi gula.
“Jadi Indonesia suka gula. Gula itu penyebab segala macam penyakit. Mulai dari ginjal, hati, stroke, jantung itu penyebabnya gula,” ujarnya.
Menurut Budi, takaran yang baik dalam mengkonsumsi gula adalah empat sendok teh per hari.
Berdasarkan data yang ia memiliki, sekitar 35,8 juta atau 13 persen populasi Indonesia, mengalami penyakit gula. Ia pun menilai kasus tersebut berpotensi semakin parah dan jika tidak segera ditangani maka akan semakin parah.
“Itu dialisis kalau enggak dilakukan tiap hari, itu bisa jadi penyakit kronis. Ukuran paling gampang, lihat celana jeans. Kalau diatas 34 kemungkinan, gulanya banyak,” lanjutnya.
Ia berharap masyarakat, terutama anak-anak, mulai mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula. Hal itu sebagai upaya untuk mencegah timbulnya penyakit kronis.
“Anak-anak sekarang minumnya gula semua. Itu yang harus dikurangi. Kembali ke tanpa gula. Masyarakat Jawa Barat, kalau teh pahit,” tandasnya.*** (Gilang)
- Penulis: Hasanah 013



