BeritaLIFE STYLELOKALISTIK

Nantikan Wisata Pangandaran Dibuka, Santirah Bodyrafting Terus Berbenah

Hasanah.id – Ditutupnya tempat wisata yang ada di Pangandaran untuk memutus penyebaran virus corona ditanggapi para pengelola sejumlah tempat wisata.

Seperti yang disampaikan Abah Kunai, pembina Wisata Santirah, keputusan penutupan objek wisata di Pangandaran oleh Bupati itu membuat pihaknya hanya bisa pasrah. Sebab, itu berkaitan dengan keselamatan orang banyak dari ancaman virus covid-19.

“Karena penutupan ini juga berdampak kerugian bagi masyarakat, terutama pengelola wisata. Meski begitu, semua harus paham situasi dan kondisi ini,” kata Kunai.

Sambil menunggu objek wisata dibuka kembali, kata Kunai, pihaknya akan melakukan pembenahan dan perbaikan fasilitas yang ada, agar ke depan pengunjung lebih betah dan nyaman.

“Saat ini kita hanya bisa manfaatkan waktu untuk berbenah. Kami bersama aparat desa ingin memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan yang datang ke sini,” pungkasnya.

Sementara itu, ASITA (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies) Kabupaten Pangandaran menantikan dibukanya objek wisata pantai Pangandaran untuk wisatawan rombongan atau travel.

Ketua ASITA Pangandaran Adrian Saputro mengungkapkan dirinya sering menerima telepon dari beberapa PO bus dan biro perjalanan untuk menanyakan apakah objek wisata sudah bisa menerima kunjungan rombongan.

“Sampai saat ini kami sudah sering menerima telepon dari beberapa PO bus dan biro perjalanan wisata untuk menanyakan apakah obyek wisata di Kabupaten Pangandaran sudah diperbolehkan untuk menerima kunjungan wisata rombongan atau belum,” ungkap Adrian, seperti dilansir mypangandaran.com.

Bahkan kata Adrian dua hari yang lalu dirinya telah mendapat kontak kembali dari asosiasi PO bus pariwisata di Bandung yang memiliki 48 member. Jadi apabila obyek wisata di Kabupaten Pangandaran sudah dibuka untuk wisatawan rombongan, mereka akan melakukan konvoi.

“Jadi ada 48 perusahaan bus pariwisata yang sudah siap mengangkut wisatawan ke Pangandaran, apabila sudah dibuka untuk wisata grup (rombongan) yang sesuai dengan protokol COVID-19. Misalnya bus yang isinya 50 orang diisi oleh 15 sampai 25 orang,” ucap Adrian.

Terpisah Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan segera melakukan evaluasi terkait apakah sudah memungkinkan atau tidak Pangandaran menerima wisatawan rombongan.

“Kami melakukan evaluasi rutin dua mingguan terkait pariwisata di tengah pandemi COVID-19. Nah di rapat yang akan datang kita bahas soal wisatawan rombongan tersebut,” kata Jeje.

Jika memang sudah memungkinkan maka, seluruh stakeholder yang terlibat dalam wisata rombongan, seperti agen travel, bus pariwisata diperbolehkan beroperasi atau membawa rombongan.

“Tapi syarat tes rapid tetap berlaku. Semua wisatawan baik rombongan besar atau keluarga tetap harus rapid tes dulu,” tukasnya. (*Uwo)

Tags
Back to top button
Close
Close