Jokowi : “Pendidikan Berkarakter Tawassuth, Tawazzun, I’tidal dan Tasamuh Tangkal Gerakan ekstrimis”
- account_circle hasanah 006
- calendar_month Senin, 2 Mar 2020 16:28 WIB
- visibility 285
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pendidikan Karakter Tawassuth, Tawazzun, I’tidal dan Tasamuh Tangkal Gerakan ekstrimis”
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Surabaya-Hasanah.id Perkembangan dunia saat ini tidak hanya mempengaruhi perilaku keagamaan seseorang, tetapi juga berpengaruh pada kepercayaan seseorang pada sebuah sistem ideologi, tata negara dan kehidupan sosial kita.
Saat ini gerakan-gerakan ekstremis muncul yang bahkan memicu peperangan dan konflik di beberapa negara, demikian diungkapkan Presiden Jokowi saat menghadiri Pengukuhan K.H Asep Saifudin Chalim menjadi Guru Besar Bidang Sosiologi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Kota Surabaya, Jawa Timur baru-baru ini.
“Di sinilah pendidikan moderasi yang dianut warga NU dan yang dikembangkan Kiai Asep sangat relevan untuk kita aplikasikan,” kata Presiden.
Pendidikan moderasi tersebut ialah pendidikan yang mengusung nilai dan karakter tawassuth (bersikap moderat), tawazzun (bersikap seimbang), i’tidal (bersikap adil), dan tasamuh (bersikap toleran).
Presiden memandang, nilai-nilai dan karakter tersebut menjadi kekuatan pendidikan dalam menjaga Pancasila dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, merawat persatuan dan kesatuan bangsa, serta membangun masyarakat yang madani.
“Saya mengikuti terus perjuangan beliau, Bapak Kiai Asep, dalam mengembangkan dan mewujudkan manusia unggul dan berakhlakul karimah. Bukan hanya melalui pemikiran-pemikiran yang beliau sampaikan di banyak kesempatan, tetapi yang lebih penting lagi adalah melalui kiprah dan karya yang beliau ciptakan,” kata Presiden.
- Penulis: hasanah 006




