Breaking News
Trending Tags

Pemberian insentif harus menyasar pada semua sektor informal yang terpukul karena perlambatan ekonomi akibat Covid-19

  • account_circle hasanah 006
  • calendar_month 2 April 2020
  • visibility 195
  • comment 0 Komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks untuk kenyamanan membaca.

Jakarta-Hasanah.id – Anggota Komisi IV DPR RI, Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema prihatin atas dampak pandemik virus Corona (Covid-19) terhadap masyarakat global, tak terkecuali di dapilnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Sebanyak 57,2 persen atau 74,2 juta pekerja Indonesia bekerja di sektor informal. Artinya tenaga kerja di Indonesia sebagian besar di sektor informal. Insentif sangat membantu untuk membeli bahan-bahan pokok,” tandasnya.

Pemberian insentif harus menyasar pada semua sektor informal yang terpukul karena perlambatan ekonomi akibat Covid-19. Tidak hanya pada sektor pariwisata. Termasuk menyiapkan anggaran untuk membantu para karyawan yang di-PHK untuk bertahan hidup sekaligus bantuan pelatihan untuk mencari pekerjaan baru setelah wabah Covid-19 mereda,” paparnya.

Selama ini, ia menilai di NTT masih banyak masyarakat yang masuk kategori miskin. Apalagi ditambah adanya bencana virus Corona, tentu masyarakat NTT yang semakin menderita. Oleh karenanya pemerintah harus beri insentif pada pekerja sektor informal di NTT.

“Pemerintah harus waspada, pencegahan dampak Covid-19 harus dilakukan. Virus berbahaya ini harus ditangani serius. Aktivitas manusia, termasuk mobilitas masyarakat di NTT terhenti, berdampak pada kehidupan sosial-ekonomi. Rakyat miskin di NTT adalah pihak paling potensial terdampak pandemik dan bencana besar ini,” ujar Ansy Lema kepada Parlementaria, baru-baru ini.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: hasanah 006
expand_less