Kerusakan Akibat Aksi Demo, Biaya Pemulihan Fasum dan Gedung DPRD Tembus Rp900 Miliar
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month Rabu, 3 Sep 2025 11:30 WIB
- visibility 141
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan dana hampir Rp900 miliar untuk memperbaiki berbagai fasilitas umum, termasuk gedung pemerintahan dan DPRD, yang mengalami kerusakan akibat aksi massa beberapa waktu lalu.
Menteri PUPR, Dody Hanggodo, menyampaikan bahwa anggaran tersebut bersumber dari dana darurat yang memang disiapkan untuk situasi tak terduga, termasuk kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia.
“Kalau kita hitung secara nasional, totalnya mendekati Rp900 miliar—tepatnya di kisaran Rp800 sekian miliar. Itu mencakup perbaikan dari kerusakan ringan sampai berat,” jelas Dody.
Kementerian PUPR telah menyusun rencana perbaikan sesuai tingkat kerusakan masing-masing fasilitas. Dody menjelaskan, durasi pengerjaan bervariasi: untuk kerusakan ringan seperti kaca pecah ditargetkan selesai dalam kurang dari seminggu, sedangkan perbaikan untuk kerusakan berat bisa memakan waktu hingga enam bulan.
“Kalau cuma kerusakan minor seperti kaca pecah, targetnya maksimal tujuh hari rampung. Tapi untuk kategori berat, bisa sampai enam bulan,” ujarnya.
Di sisi lain, PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga terkena dampak dari kerusuhan tersebut. Perusahaan pelat merah itu menganggarkan sekitar Rp80 miliar untuk memperbaiki tujuh gerbang tol yang mengalami kerusakan.
- Penulis: Bobby Suryo



