Berawal dari Blusukan, Prabowo dan Maruarar Sirait Debat ‘Hangat’ dengan Hercules Soal Pembangunan Rusun di Jakarta
- account_circle khasanah
- calendar_month 07 April 2026, 16:12 WIB
- visibility 78
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) saat ditemui di Istana, Jakarta, Senin (6/6/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Hasanah.id – Sebuah momen menarik terjadi saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kegiatan blusukan di kawasan padat penduduk Jakarta pada Selasa (7/4/2026). Di tengah agenda tersebut, sempat terjadi diskusi cukup intens antara Prabowo, Maruarar Sirait, dan tokoh masyarakat Rozario de Marshall atau yang akrab disapa Hercules.
Diskusi tersebut rupanya dipicu oleh rencana ambisius pemerintah dalam melakukan penataan pemukiman melalui pembangunan Rumah Susun (Rusun) di lahan-lahan strategis namun padat hunian.
Penataan Kawasan Kumuh Jadi Prioritas
Dalam pantauan di lapangan, Presiden Prabowo didampingi oleh Maruarar Sirait selaku Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Keduanya meninjau langsung kondisi sanitasi dan kelayakan hunian warga.
Presiden menegaskan bahwa negara harus hadir memberikan hunian yang layak bagi rakyat kecil, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini terabaikan.
“Kita ingin rakyat tinggal di tempat yang manusiawi. Bukan hanya sekadar atap untuk berteduh, tapi lingkungan yang sehat untuk tumbuh kembang anak-anak kita,” tegas Prabowo di sela-sela kunjungannya.
Debat ‘Alot’ Soal Teknis Pembangunan
Kehadiran Hercules di lokasi tersebut bukan tanpa alasan. Sebagai sosok yang memiliki pengaruh kuat di wilayah tersebut, ia memberikan masukan terkait kekhawatiran warga soal relokasi dan keberlangsungan ekonomi mereka jika pembangunan rusun dilakukan.
Perdebatan sempat menghangat saat membahas teknis pembangunan. Maruarar Sirait, dengan gaya bicaranya yang tegas namun persuasif, mencoba meyakinkan bahwa pembangunan ini tidak akan merugikan warga lokal.
- Penulis: khasanah



