BMKG: Potensi Gelombang Panas Ekstrem di RI Sangat Kecil
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 11:49 WIB
- visibility 82
- comment 0 komentar
- print Cetak

Benarkah Indonesia Akan Menghadapi Gelombang Panas Ekstrem?
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – BMKG menegaskan bahwa potensi terjadinya gelombang panas ekstrem di Indonesia sangat kecil meskipun Eropa mengalami lonjakan suhu yang parah.
Prakirawan Cuaca BMKG, Adinda Dara Vahada, menyampaikan penjelasan itu dalam keterangan pers yang disampaikan pada 2 Juli 2026.
Adinda menekankan bahwa karakteristik iklim Indonesia berbeda sehingga peluang terjadinya gelombang panas ekstrem seperti yang dialami Eropa hampir tidak mungkin terjadi di wilayah kepulauan tropis ini.
Menurut penjelasan BMKG, perbedaan utama adalah letak geografis dan pengaruh laut yang kuat pada pola cuaca Indonesia.
Keberadaan perairan yang luas meningkatkan kelembapan dan membantu pembentukan awan serta hujan sehingga suhu ekstrem yang menetap cenderung teredam.
BMKG mencatat suhu harian di beberapa daerah dapat berkisar antara 33 hingga 36 derajat Celsius, dan pada kondisi tertentu mencapai 37 derajat Celsius.
Namun, kata Adinda, kenaikan tersebut umumnya berkaitan dengan berkurangnya tutupan awan dan berkurangnya curah hujan selama musim kemarau, bukan fenomena gelombang panas ekstrem.
Penelitian lembaga itu juga menunjuk penyebab gelombang panas di Eropa pada pola tekanan tinggi yang menjebak massa udara panas selama periode panjang di daratan luas dan lintang menengah.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




