Kementerian Pekerjaan Umum Percepat Pemulihan SPAM Aceh
- account_circle khasanah
- calendar_month Rabu, 8 Jul 2026 06:51 WIB
- visibility 54
- comment 0 komentar
- print Cetak

Proyek Air Minum Pascabencana Di Aceh Dikebut Menuju Prioritas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat penanganan SPAM pascabencana di Provinsi Aceh untuk segera memulihkan layanan air bersih bagi warga yang terdampak.
Proyek penanganan SPAM pascabencana tersebut bernilai lebih dari Rp1,2 triliun dan menempatkan sejumlah kabupaten sebagai prioritas pelaksanaan.
Hingga awal Juli 2026, progres gabungan pembangunan berbagai paket telah mendekati 40 persen, menurut laporan resmi Kementerian.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur dasar menjadi fokus utama pemerintah pascabencana.
“Proses pemulihan terus berjalan dan menunjukkan progres yang positif,” ujar Dody Hanggodo.
Ia menambahkan bahwa percepatan kerja dibarengi dengan pengawasan mutu agar hasil akhir tahan lama dan berkualitas.
Salah satu paket utama ditujukan untuk Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, dan Gayo Lues.
Nilai kontrak paket ini tercatat sebesar Rp516,59 miliar.
Per 1 Juli 2026, progres fisik pada paket tersebut mencapai 37,59 persen.
Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan dan peningkatan empat sistem SPAM serta pembangunan lima sumur bor dangkal.
Paket itu juga mencakup 25 sumur bor dalam dan pembangunan tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru dengan total kapasitas 250 Lps.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



