Prabowo Subianto Meresmikan Program Mandatori Biodiesel B50
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026 23:39 WIB
- visibility 93
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prabowo Luncurkan Program Biodiesel B50 Untuk Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meresmikan program mandat pencampuran bahan bakar yang disebut biodiesel B50 pada Kamis, 9 Juli 2026.
Acara peluncuran berlangsung di SPBU Cikampek KM 57 dan ditandai dengan penekanan tombol peresmian oleh Presiden.
Peluncuran itu dihadiri Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Direktur Utama Pertamina Simon Mantiri, yang menyatakan dukungan institusi terhadap kebijakan tersebut.
Aturan baru mewajibkan pencampuran 50% minyak kelapa sawit dengan 50% solar fosil dalam bahan bakar jenis solar.
Dasar hukum pelaksanaan adalah Permen ESDM Nomor 4 Tahun 2025 dan Kepmen ESDM Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026.
Pemerintah memaparkan bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah mengurangi ketergantungan impor BBM dan meningkatkan nilai tambah dari sumber daya kelapa sawit nasional.
Prabowo menyampaikan bahwa langkah tersebut ditempuh untuk memperkuat kemandirian dan kedaulatan energi Indonesia.
Implementasi wajib pencampuran ini diharapkan memberi efek pada rantai pasok bahan bakar dan pada industri sawit domestik.
Pihak terkait akan memantau kualitas bahan bakar dan dampak teknis di lapangan guna memastikan standar operasional terpenuhi.
Pelaksanaan program wajib ini juga diposisikan sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan ekonomi dan energi nasional.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




