Breaking News
Trending Tags

Menteri ESDM Bahlil sebut B50 dongkrak CPO dan hemat devisa

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026 00:32 WIB
  • visibility 88
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Pemerintah menegaskan bahwa penggunaan biodiesel B50 akan memperbesar penyerapan minyak sawit mentah dalam negeri dan menjadi salah satu langkah kebijakan strategis.

Penerapan biodiesel B50 diperkirakan meningkatkan kebutuhan CPO dari 15,2 juta menjadi antara 16,3 juta sampai dengan 17 juta ton.

Peluncuran program ini dilakukan di Karawang pada Kamis, 9 Juli 2026, sebagai bagian dari upaya memperkuat pasar domestik melalui biodiesel B50.

Kebijakan diarahkan untuk menciptakan pasar yang lebih stabil bagi petani kelapa sawit ketika permintaan ekspor melemah.

Pada era B40, program pencampuran bahan bakar berbasis minyak sawit tercatat memberi penghematan devisa sekitar Rp133 triliun; dengan penerapan biodiesel B50 pemerintah memproyeksikan upaya ini dapat meningkatkan penahanan devisa menjadi sekitar Rp170 triliun.

Langkah tersebut juga dimaksudkan untuk meningkatkan nilai tambah industri kelapa sawit nasional.

Proyeksi memperlihatkan nilai tambah industri CPO naik dari Rp20,92 triliun pada masa B40 menjadi Rp23,49 triliun setelah skala hilirisasi ditingkatkan.

Dampak sosial-ekonomi lain yang diantisipasi adalah penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.

Estimasi tenaga kerja yang terlibat meningkat dari sekitar 1,8 juta orang pada program B40 menjadi sekitar 2,1 juta orang seiring perluasan kegiatan hilirisasi.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less