Bulog tingkatkan biaya gudang jaga 5,26 juta ton beras
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 16 Agt 2026 18:14 WIB
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

Stok Beras Tembus 5,26 Juta Ton: Bos Bulog Ungkap Biaya Perawatan dan Strategi Pasokan Beras
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Perum Bulog melaporkan bahwa stok beras Bulog saat ini telah mencapai 5,26 juta ton, kondisi yang menuntut penyesuaian pengelolaan cadangan pangan nasional.
Manajemen menyatakan peningkatan volume ini memaksa kenaikan belanja operasional untuk menjaga mutu dan keamanan penyimpanan.
Kebijakan penambahan anggaran tersebut dijadwalkan mulai diterapkan pada akhir Agustus hingga awal September 2026, menurut pernyataan yang disampaikan di Jakarta pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, mengatakan pihaknya akan memperkuat pembiayaan operasional gudang untuk menanggulangi beban penyimpanan yang lebih besar.
Peningkatan alokasi anggaran ditujukan untuk memperbaiki proses perawatan, pengawasan, dan pemeliharaan kualitas beras di seluruh fasilitas penyimpanan.
Dengan stok beras Bulog yang tercatat berkisar antara 5,25 juta hingga 5,26 juta ton, upaya pemeliharaan menjadi prioritas agar mutunya tetap terjaga selama periode penyimpanan panjang.
Bulog menilai bahwa setiap tambahan volume menyertakan tantangan teknis seperti pengendalian kelembapan, pemantauan hama, dan rotasi stok yang ketat.
Oleh sebab itu, dana operasional baru akan difokuskan pada peningkatan kapasitas pengawasan dan peralatan perawatan di gudang-gudang strategis.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



