KPK menyelidiki dugaan jual beli mahasiswa baru di Unsoed.
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026 17:52 WIB
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka penyelidikan atas dugaan praktik transaksional dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed.
Penyelidikan awal terfokus pada dugaan pembayaran yang terkait dengan penerimaan di Fakultas Kedokteran.
Pihak berwenang menyatakan ini bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan potensi persekongkolan yang merugikan integritas pendidikan tinggi.
Laporan awal mengindikasikan bahwa besaran nilai yang dimaksud mendekati Rp700 juta per calon mahasiswa di Fakultas Kedokteran.
KPK menyatakan angka tersebut berasal dari bukti awal yang ditemukan selama operasi tangkap tangan (OTT).
OTT yang berlangsung di Purwokerto dan Jakarta berujung pada pengamanan sejumlah orang dan barang bukti.
Sampai saat ini, pihak penyidik mengamankan 14 orang terkait peristiwa tersebut.
Pengamanan berlangsung secara simultan di beberapa lokasi termasuk di lingkungan kampus dan luar kampus.
Dalam operasi itu, petugas juga menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Uang tunai ini kini menjadi salah satu barang bukti yang dianalisa oleh tim penyidik KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa proses masih dalam tahap pendalaman bukti dan keterangan saksi.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




