Kisah Lorong Rahasia Sultan Cirebon Untuk Lari dari Belanda
- account_circle hasanah editor
- calendar_month Jumat, 17 Agt 2018 16:21 WIB
- visibility 939
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pemerintah kolonial, lanjut dia, telah sudah mengendus adanya lorong penyelamatan bagi keluarga sultan. Lorong tersebut, lanjut Jajat menghubungkan antara Gua Sunyaragi, Keraton Kasepuhan, dan wilayah Gunung Jati yang saat ini menjadi kompleks Makam Sunan Gunung Jati.
“Monumen China yang ada di Gua Sunyaragi diyakini sebagai pintu atau arah menuju lorong pelarian itu. Tapi, belum ada langkah pasti dari pemerintah untuk membuktikan ini,” ucap Jajat.
Jajat mengatakan dari catatan-catatan yang ia temukan lorong bawah tanah untuk keluarga sultan itu kedalamannya tidak lebih dari lima meter. Bahkan, kisahnya adanya lorong bawah tanah tersebut, lanjut dia, sempat membuat kaget salah seorang pekerja proyek Cirebon Urban Develpoment Project (CUDP).
“Dulu pekerja galian CUDP itu pernah kaget saat menemukan batu bata tua di bawah tanah. Lorong ini harus dicari, apakah pemerintah berani untuk menelusuri dengan padatnya penduduk yang ada saat ini,” katanya.
Monumen China yang diyakini sebagai pintu masuk menuju lorong pelarian keluarga sultan itu berada di bagian barat Gua Sunyaragi. Jajat mengatakan Monuman China merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap salah seorang tokoh asal Tiongkok.
Mumpung liburan long weekend Hari Kemerdekaan, wisatawan bisa menjadikan Cirebon sebagai kota tujuan liburan. Di Taman Sari Gua Sunyaragi kita bisa menikmati suasana dan sejarah menentang kolonial Belanda. travel.detik.com
- Penulis: hasanah editor



