Breaking News
Trending Tags

Musrenbang RKPD 2027, Kinerja Makro Sumedang Menguat dan Jadi Fokus Pembangunan Berkualitas

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month 07 April 2026, 15:11 WIB
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) sebagai tahap penyempurnaan RKPD Tahun 2027. Forum ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah pembangunan yang lebih terarah, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta memperkuat prioritas pembangunan ke depan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Tampomas Setda tersebut dihadiri Bupati Dony Ahmad Munir bersama Wakil Bupati M Fajar Aldila, unsur Forkopimda, perangkat daerah, para camat, akademisi, pelaku usaha, serta perwakilan masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Dony menegaskan bahwa penyusunan RKPD Tahun 2027 harus difokuskan pada peningkatan kualitas pertumbuhan pembangunan daerah. Ia menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik, capaian indikator makro Kabupaten Sumedang tahun 2025 menunjukkan tren positif dan menempatkan daerah tersebut di posisi tiga besar di Jawa Barat.

Salah satu indikator yang menunjukkan peningkatan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 75,50 poin atau naik 0,93 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian tersebut mencerminkan kemajuan di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan daya beli masyarakat.

Selain itu, angka kemiskinan di Sumedang juga mengalami penurunan menjadi 8,81 persen atau turun 0,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah daerah pun menegaskan pentingnya penguatan kebijakan yang berfokus pada penanganan kemiskinan secara multidimensi melalui konvergensi program seperti bantuan sosial, pendampingan, dan peningkatan akses kerja.

Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan hingga 6,08 persen, berada di bawah rata-rata nasional dan provinsi. Ke depan, pemerintah daerah akan mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja, termasuk pemberdayaan pengangguran terdidik usia muda.

Sementara itu, indikator pemerataan ekonomi juga menunjukkan perbaikan dengan rasio gini sebesar 0,377. Pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 5,48 persen, diikuti peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita menjadi Rp42,65 juta atau naik Rp2,95 juta.

Ke depan, arah kebijakan pembangunan akan difokuskan pada pemerataan kesempatan ekonomi, peningkatan produktivitas sektor unggulan, hilirisasi, serta mitigasi risiko iklim khususnya di sektor pertanian. Selain itu, pembangunan juga diarahkan agar lebih inklusif sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less