OLAHRAGA

Perguruan Tadjimalela Kota Bandung Mendominasi Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup 2019

Hasanah.id– Kejuaraan Pencak Silat piala Wali Kota dalam kategori SD, SMP, SMA, hingga akumulasi total berhasil direbut ranting-ranting perguruan silat besar di Jawa Barat. Dalam hal ini para pesilat perguruan Tadjimalela mendominasi Kejuaraan Pencak Silat Wali Kota Cup 2019 yang rampung dan ditutup secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana di GOR KONI Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Sabtu, 28 September 2019.

Tadjimalela Bandung Timur Kota merajai kelompok SD dengan raihan 8 emas, 4 perak, dan 3 perunggu. Peringkat kedua ditempati SP Merpati Putih A dengan 5 emas, 3 perak dan 2 perunggu, diikuti Tadjimalela Sarijadi yang menempati posisi ketiga dengan 3 emas, 1 perak, dan 4 perunggu.

Pada kategori SMP, Tadjimalela B6C menjadi juara umum berkat raihan 12 emas, 3 perak, dan 3 perunggu, diikuti peringkat kedua Tadjimalela Gegerkalong dengan 3 emas, 4 perak, 1 perunggu. PD Lodaya I meraih posisi ketiga dengan perolehan 3 emas, 2 perak, dan 2 perunggu.

Perguruan Tadjimalela B6C juga menjadi juara umum kategori SMA dengan merebut 4 medali emas, 4 perak, dan 1 perunggu. Posisi kedua kategori ini ditempati ASAD dengan raihan 3 medali emas, 2 perak, diikuti Tadjimalela Gegerkalong dengan 2 emas dan 1 perunggu.

Pada ketegori dewasa, gelar juara umum diraih PAL (program atlet andalan) IPSI Kota bandung dengan 4 emas, diikuti ASAD pada posisi kedua dengan 2 emas dan 3 perak serta Tadjimalela Gegerkalong dengan 1 emas, 2 perak, 1 perunggu.

Gelar juara umum secara keseluruhan diraih oleh Tadjimalela B6C dengan total raihan 18 medali emas, 13 perak, dan 10 perunggu. Posisi kedua ditempati Tadjimalela Bandung Timur Kota dengan 10 medali emas, 12 perak, dan 8 perunggu, diikuti Tadjimalela Gegerkalong dengan 6 emas, 10 perak, dan 7 perunggu.

Ketua Pengurus Cabang Ikatan Pencak Silat Indonesia  (IPSI) Kota Bandung Cece Muharam menilai, dominasi perguruan-perguruan Tadjimalela tidak lepas dari penyebaran mereka di berbagai lembaga.

“Di Kota Bandung ini, Tadjimalela mendominasi karena memang mengakar hingga ke lembaga-lembaga formal seperti sekolah. Sebenarnya ini contoh positif yang bisa diadopsi oleh perguruan-perguruan lain,” pungkas Cece.

Tags

Berita Terkait

Back to top button
Close
Close