BeritaOtomotif

Pesona Binter Merzy KZ200, Ungkap Teknologi Canggih Dimasanya

Hasanah.id – Pesona Binter Merzy KZ200 masih menjadi buruan kolektor sampai saat ini. Bukan tanpa alasan, motor 4-tak 200 cc ini terkenal tangguh dan gagah di kelasnya.

Binter Merzy adalah motor dengan gaya Classic Naked-Bike 200 cc Silinder tunggal yang diperkenalkan pertama kali di Indonesia tahun 1980. Sebetulnya, Binter Merzy adalah Kawasaki KZ200 (Z200) yang dipasarkan di Jepang sejak tahun 1976, dan masih masuk ke dalam klan Z-Series Kawasaki yang melegenda.

Binter Merzy terbagi dua generasi, utamanya dari desain hingga sistem pengapiannya. Di awal tahun pembuatannya pada tahun 1980 hingga tahun 1982, Binter Merzy menggunakan sistem pengapian platina serta desain yang di dominasi bentuk bulat.

Kemudian pada tahun 1983 Binter Merzy melakukan penyegaran pada sektor sistem pengapian dan desain. Dari platina ke CDI serta desain dari dominasi bulat menjadi kotak. Soal mesin, Binter Merzy alias Kawasaki KZ200 ini mengusung mesin 4-Tak, 198cc, Silinder Tunggal, SOHC 2 Valve, yang di develop untuk kebutuhan sehari-hari ataupun touring ria di akhir pekan. Powernya diklaim mampu tembus 18 hp di 8.000 rpm, dengan torsi di angka 16,5 N.m pada 7.000 rpm.

Kendaraan roda dua di bawah lisensi Kawasaki ini menjadi salah satu pilihan “motor laki” yang dipasangi berbagai teknologi unggul di masanya.

“Dirancang oleh para ahli dari Kawasaki Heavy Industries, pencipta mesin terbaik di dunia. Dengan teknologi tertinggi, Merzy adalah sepeda motor superior yang benar-benar dapat diandalkan dan terpercaya,” demikian potongan kalimat di advertorial untuk Binter Merzy.

Dimasanya, Binter Merzy diunggulkan dengan memakai mesin 4-tak manakala pada masa itu, di kisaran 1980-an, yang banyak justru sepeda motor 2-tak.

Aspek yang ‘diandalkan’ di sini selain ber-cc lumayan yakni 200 cc berdaya 18 P. Dia juga lebih hemat bahan bakar karena hanya mengonsumsi bensin murni, tidak dengan oli samping.

Iklan Binter Merzy ini juga berisi informasi lengkap lainnya, layaknya iklan-iklan lain di masa tersebut. Contohnya kaca pengamat untuk cek isi oli mesin.

Keunggulan lain juga ditonjolkan sebagai isu di masa itu, seperti nyala lampu yang terang karena memanfaatkan listrik 12 volt. Bisa jadi ini menarik di tengah masih berkembangnya infrastruktur termasuk penerangan di era tersebut.

Keunggulan lainnya yang menyuguhkan rasa nyaman adalah adanya starter listrik supaya lebih mudah saat menyalakan mesin, dan juga sadel atau tempat duduk yang lebar agar nyaman.

Lampu dim darurat pun sudah disematkan, sementara ukuran ban ajaib untuk ukuran kendaraan harian, yakni besar di depan dengan ukuran depan-belakang 18 inci dan 17 inci. (*Uwo)

Tags
Back to top button
Close
Close