Pj Wali Kota Sebut Penyakit Kanker di Kota Cimahi Perlu Mendapatkan Perhatian Semua Pihak
- account_circle kusnadi
- calendar_month Selasa, 7 Feb 2023
- visibility 94
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Meskipun penyakit kanker membunuh lebih banyak dari pada AIDS, Malaria dan TBC, akan tetapi, 43% kanker dapat dicegah dengan cara 1) Mengurangi konsumsi tembakau dan alcohol, 2) Mengurangi paparan bahan pemicu kanker,3) Mengikuti program vaksinasi, dan 4) Menjalani perilaku hidup bersih dan sehat.
Dalam meningkatkan kesadaran masyarakat guna mencegah penyakit kanker, Pemerintah melaksanakan Program Pengendalian kanker khususnya deteksi dini kanker rahim dan payudara dengan metoda IVA (inspeksi visual dengan asam asetat).
Adapun sasaran dalam kegiatan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara dengan IVA test dan sadanis di 15 kelurahan adalah wanita usia subur 30 – 50 tahun yang sudah menikah dengan sasaran 100 orang / kelurahan.
Kampanye multitahun hari kanker sedunia pada tahun 2022-2024 mengangkat tema “Close The Care Gap” yang dalam bahasa Indonesia berarti “tutup kesenjangan perawatan” bertujuan untuk membangun akses perawatan kanker yang lebih adil dan merata dan mengajak semua pihak terkait menutup kesenjangan dalam perawatan kanker sesuai perannya masing-masing.
Pj. Wali Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan dalam sambutannya saat melakukan pencanangan menyatakan sangat menyambut baik kegiatan ini karena merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Cimahi.
Menurutnya penyakit kanker di Kota Cimahi perlu mendapatkan perhatian semua pihak. Berdasarkan data laporan kanker tahun 2022 di Kota Cimahi yaitu kanker payudara sebanyak 115 orang, kanker leher rahim / serviks 6 orang, dan neoplasma / tumor jinak 445 orang.
- Penulis: kusnadi



