TKN Apresiasi KPU Atas Transparansi Pelaksanaan Pemilu 2019
- account_circle khasanah
- calendar_month Selasa, 7 Mei 2019 16:04 WIB
- visibility 428
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Karena alasan itu, kata Karding, siapapun pihak yang ingin berdebat soal hasil pemilu sudah seharusnya memiliki sikap yang sama dengan KPU atau lembaga quick count. Jika mengkritik pemilu, tanpa data yang transparan maka hal itu bisa dinilai sebagai usaha penyesatan. “Kita ini sekarang berbicara ilmu statistika yang mana harus ada data untuk beragumentasi. Jadi akan sesat kita jika hanya berbicara tanpa data,” ujar Karding.
Menurut Karding, segala tahapan pemilu yang berjalan sukses dan lancar sudah seharusnya diapresiasi. Bukan justru didelegitimasi karena kekecewaan soal hasil elektabilitas calon tertentu yang belum sesuai dengan harapan.
“Dalam kontestasi ada kalah dan menang. Ada yang luas dan tidak puas akan hasil. Itu semua wajar. Yang tak wajar kalau rasa puas dan tidak puas itu membuat kita bersikap di luar logika,” kata Karding.
KPU rencananya mengumumkan hasil final pilpres dan pileg 2019 pada Rabu (22/5/2019). KPU menetapkan hasil pemilu menggunakan perhitungan manual berjenjang. Karding meminta semua pihak untuk dewasa dalam menyikapi hasil itu.
“Karena sekarang kepentingan kita sudah bukan 01 atau 02 tapi membangun bangsa Indonesia yang lebih maju dan sejahtera ke depannya,” tutur Karding.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




