Breaking News
Trending Tags

Didesak Mundur, Bupati Pati Sudewo Tegaskan Akan Bertahan: “Saya Dipilih Secara Konstitusional”

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
  • visibility 83
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Bupati Pati, Sudewo, menolak desakan demonstran yang menuntut dirinya mundur dari jabatan. Ia menegaskan bahwa dirinya dipilih secara demokratis dan konstitusional, sehingga tidak bisa diberhentikan hanya karena tekanan massa.

“Saya kan dipilih rakyat secara konstitusional dan secara demokratis, jadi tidak bisa saya harus berhenti dengan tuntutan seperti itu. Semua ada mekanisme,” ujar Sudewo kepada wartawan di kantornya, Rabu (13/8/2025), di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi besar-besaran di Alun-Alun Pati.

Saat ditanya apakah artinya tuntutan massa tidak akan dipenuhi, Sudewo hanya menjawab singkat, “Kan sudah saya sampaikan tadi.”

Sejak pagi, puluhan ribu warga dari Pati dan sekitarnya turun ke jalan, memadati kawasan alun-alun untuk menuntut Sudewo mundur dari jabatannya. Aksi ini dipicu oleh kebijakan kontroversial Bupati yang sempat menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen. Meski kebijakan itu kemudian dibatalkan, gelombang penolakan tetap meluas.

Hingga pukul 11.00 WIB, Sudewo belum juga menemui massa. Ketidakhadiran itu memicu kericuhan. Sejumlah demonstran melempar botol dan gelas plastik ke arah kantor bupati, merusak baliho, memecahkan kaca, bahkan berusaha merobohkan gerbang pendapa kabupaten.

Situasi memanas ketika massa membakar satu unit mobil provos milik Polres Grobogan. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata dan water cannon untuk membubarkan kerumunan. Sebagian massa terlihat berlarian ke Masjid Agung Baitunnur untuk berlindung.

Sekitar pukul 12.16 WIB, Sudewo akhirnya keluar menemui demonstran dengan pengawalan ketat dari mobil taktis milik kepolisian. Ia sempat menyampaikan permohonan maaf singkat kepada massa sebelum kembali masuk ke dalam gedung, karena situasi dinilai tidak aman. Saat itu, beberapa demonstran melemparkan botol air mineral dan sandal ke arahnya.

Aksi unjuk rasa ini disebut sebagai yang terbesar dalam sejarah Pati. Massa yang mengklaim berjumlah lebih dari 50.000 orang meneriakkan seruan seperti “Bupati harus lengser” dan “Turun Sudewo sekarang juga.”

Sudewo baru dilantik sebagai Bupati Pati pada 18 Juli 2025. Namun, kurang dari sebulan setelah menjabat, ia sudah dihadapkan pada krisis kepercayaan publik dan tuntutan pengunduran diri.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Tags
  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less