Breaking News
Trending Tags

Slank Suarakan Kritik di Pestapora 2025, Sorot Tambang hingga DPR

  • account_circle Bobby Suryo
  • calendar_month Senin, 8 Sep 2025 09:48 WIB
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hasanah.id – Slank tampil dengan nuansa berbeda di hari kedua Pestapora 2025, Sabtu (6/9). Lewat lagu legendaris Kalau Aku Jadi Presiden, band ini kembali melontarkan kritik sosial.

Sang vokalis, Kaka, mengungkap bahwa lirik lagu yang dirilis pada 1997 itu telah diubah oleh Bimbim agar relevan dengan situasi politik dan sosial saat ini.

Dalam versi terbarunya, Slank menyinggung isu izin tambang, peran Kapolri Listyo Sigit, hingga dorongan kepada Ketua DPR Puan Maharani untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

Kritik juga diarahkan pada Presiden Prabowo, meski sebagian lirik masih serupa dengan versi aslinya.

Pesan lantang itu langsung menuai beragam reaksi. Sebagian penonton mengapresiasi keberanian Slank, tetapi di media sosial muncul komentar sinis.

Warganet mengungkit masa ketika band ini dianggap lebih “jinak” di era Presiden Jokowi, bahkan mengaitkannya dengan jabatan Abdee Negara sebagai Komisaris Telkom Indonesia pada 2021.

Penunjukan Abdee saat itu memang sempat kontroversial. Erick Thohir selaku Menteri BUMN menyebut langkah tersebut demi memperkuat strategi konten Telkom.

Namun kritik juga bermunculan, salah satunya dari Said Didu yang menilai posisi komisaris seharusnya diisi orang dengan kompetensi teknis. Abdee akhirnya mundur pada Januari 2023, bertepatan dengan sikap politiknya yang mendukung pasangan Ganjar–Mahfud.

Kini, lewat panggung musik, Slank kembali menunjukkan wajah kritisnya.

Meski begitu, cibiran publik tetap mengikuti, menandakan setiap langkah band ini masih terus dipantau dan diperdebatkan.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: Bobby Suryo
expand_less