Gubernur Bali Desak Kejelasan Nasib Proyek Tol Gilimanuk–Mengwi
- account_circle Bobby Suryo
- calendar_month 09 April 2026, 11:56 WIB
- visibility 85
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Hasanah.id – Gubernur Wayan Koster mendesak pemerintah pusat segera memberikan kejelasan terkait kelanjutan pembangunan Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi yang hingga kini belum menunjukkan progres signifikan. Ia menilai proyek tersebut krusial untuk meningkatkan konektivitas serta memenuhi kebutuhan masyarakat di Bali.
“Proyek ini sangat dinantikan masyarakat karena menyangkut konektivitas dan kebutuhan ekonomi Bali,” ujar Koster.
Dalam Rapat Kerja bersama DPR RI, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Perhubungan di Kompleks Parlemen, Senayan, Koster mengungkapkan bahwa masyarakat terus menantikan realisasi proyek tersebut. Namun, lambannya perkembangan membuat pemerintah daerah berada dalam posisi sulit di hadapan publik.
“Kami ditunggu-tunggu masyarakat, tetapi sampai sekarang belum ada perkembangan yang berarti, sehingga kami merasa tidak enak kepada masyarakat,” katanya.
Ia juga menyoroti dampak langsung yang dirasakan warga, terutama karena lahan yang telah ditetapkan sebagai jalur tol tidak lagi bisa dimanfaatkan. Kondisi ini, menurutnya, merugikan masyarakat yang terdampak penetapan lokasi proyek.
“Lahan sudah ditetapkan, tapi tidak bisa dimanfaatkan oleh warga. Ini tentu merugikan masyarakat,” tegasnya.
Koster menegaskan bahwa pemerintah daerah membutuhkan kepastian, baik terkait kelanjutan maupun arah kebijakan proyek tersebut ke depan.
“Kami mohon ada kepastian mengenai kelanjutan proyek Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi ini,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur di Bali harus dilakukan secara terintegrasi. Ia menilai pendekatan sektoral sudah tidak memadai untuk menjawab tantangan pembangunan yang kompleks.
“Pembangunan di Bali tidak bisa lagi dilakukan secara sektoral, tetapi harus dalam satu sistem yang utuh,” ujar Dody.
Menurut Dody, berbagai persoalan seperti abrasi, banjir, pembangunan jalan tol, pengelolaan sampah, hingga irigasi harus ditangani secara terpadu. Ia juga mengakui bahwa tantangan yang dihadapi tidak ringan, baik dari sisi teknis, pendanaan, maupun koordinasi lintas sektor.
“Tantangan yang kita hadapi sangat kompleks, mulai dari teknis hingga pendanaan dan koordinasi lintas sektor,” katanya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan DPR dalam memastikan keberhasilan pembangunan. Kementerian PU, lanjutnya, akan terus mengawal program agar berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali.
“Sinergi antara pemerintah dan DPR menjadi kunci agar program pembangunan ini benar-benar berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Dody.
- Penulis: Bobby Suryo



