Ketua MPR Muzani Diskusikan Islam Toleran dengan Grand Mufti Uzbekistan
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 14:27 WIB
- visibility 76
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua MPR Diskusikan Islam Toleran Dengan Grand Mufti Uzbekistan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Wakil ketua Dewan Perwakilan Muzani menegaskan bahwa hubungan Indonesia Uzbekistan terjalin sejak beberapa abad lalu melalui jejak ulama yang datang ke Nusantara.
Muzani mengatakan hubungan Indonesia Uzbekistan bermula sejak abad ke-15 ketika Syekh Maulana Malik Ibrahim dari Samarkand membawa ajaran Islam ke Pulau Jawa.
Pernyataan itu disampaikan Muzani di hadapan Grand Mufti Uzbekistan pada pertemuan yang rilis secara resmi, Rabu, 1 Juli 2026, untuk menegaskan kembali posisi hubungan Indonesia Uzbekistan dalam ranah sejarah dan keagamaan.
Menurut Muzani, kedekatan lintas zaman itu semakin nyata ketika Presiden Soekarno melakukan ziarah ke makam Imam Bukhari, sebuah peristiwa yang membuka kembali akses bagi peziarah internasional.
Muzani menilai kunjungan Bung Karno ke makam Imam Bukhari menjadi momen penting yang mempererat ikatan budaya dan spiritual antara kedua negara.
Dalam kesempatan yang sama Muzani mengungkapkan bahwa rombongan yang mendampinginya terdiri dari ulama Indonesia, pimpinan organisasi masyarakat Islam, serta perwakilan pondok pesantren.
Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, menurut Muzani menunjukkan bahwa perbedaan agama dan etnis tidak menghalangi persatuan nasional.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




