Jokowi Mendekati Tokoh Adat Dinilai Tidak Mempengaruhi Pemilih Rasional Menurut Pengamat
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 2 Jul 2026 20:46 WIB
- visibility 97
- comment 0 komentar
- print Cetak

Safari Politik Jokowi Tidak Mempengaruhi Pemilih Rasional
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pendekatan tokoh adat menjadi sorotan setelah kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam prosesi pemberian gelar adat di Lampung, menurut pengamat komunikasi politik M. Jamiluddin Ritonga.
Jamiluddin menilai pendekatan tokoh adat merupakan taktik umum partai politik untuk memperluas jaringan pengaruh dan meraih suara pemilih.
Pengamat itu menyatakan pendekatan tokoh adat dinilai memiliki potensi meningkatkan elektoral Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bila pengikut tokoh adat tergolong pemilih emosional.
Menurut Jamiluddin, tokoh adat sering menjadi rujukan bagi komunitas lokal sehingga kehadiran tokoh nasional dalam acara adat dipandang sebagai upaya membangun kedekatan dengan opinion leader.
Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi tertentu, dukungan tokoh adat bisa diterjemahkan langsung menjadi pergeseran preferensi politik di tingkat basis.
Jamiluddin menambahkan bahwa pola perilaku pemilih terbagi; kelompok pemilih emosional cenderung mengikuti arahan figur yang dihormati tanpa evaluasi mendalam.
“Tujuan utama Jokowi mendekati para opinion leader tentu saja untuk meningkatkan elektoral PSI,” ujar M. Jamiluddin Ritonga kepada wartawan pada Kamis, 2 Juli 2026.
Sebaliknya, ia menegaskan bahwa pemilih rasional membuat keputusan berdasarkan pertimbangan pribadi sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh rekomendasi tokoh adat.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




