Breaking News
Trending Tags

Akademisi NU Dr. Zainul Maarif menilai arah NU sulit dijawab menjelang Muktamar

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026 00:09 WIB
  • visibility 121
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Diskusi publik mengangkat perhatian serius tentang masa depan NU setelah Halaqah Pra Muktamar yang digelar di Jakarta Selatan.

Acara bertajuk “Quo Vadis NU? Apakah NU Masih Milik Umat?” itu menempatkan kata kunci masa depan NU sebagai fokus utama perdebatan peserta.

Dr. Zainul Maarif atau Kiai Zain menilai bahwa pertanyaan mengenai masa depan NU tidak bisa dijawab dengan satu kalimat sederhana.

Diskusi berlangsung di Pondok Pesantren Ciganjur pada Sabtu malam, 4 Juli 2026.

Kiai Zain mengemukakan bahwa persoalan arah organisasi harus dilihat dari beberapa lapis berbeda.

Menurutnya, pemisahan antara jam’iyah, jamaah, dan pengurus menuntut pendekatan berbeda dalam merumuskan kebijakan.

Ia mencontohkan, keputusan muktamar saja sudah rumit; lalu bagaimana menentukan kemana organisasi dibawa, tambahnya.

Kiai Zain juga menekankan pentingnya setiap Ketua Umum PBNU meninggalkan jejak kepemimpinan yang jelas sebagai legacy.

Dalam forum tersebut hadir tokoh-tokoh kunci, termasuk Ketua PBNU Savic Ali.

Wasekjen PP ISNU Amin Mudzakir dan Pengurus LD PBNU Achmad Ikrom juga ikut serta sebagai narasumber.

Halaqah ini menunjukkan upaya kolektif untuk menavigasi tantangan internal dan eksternal menjelang Muktamar.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less