Breaking News
Trending Tags

Akademisi NU Zainul Maarif: Muktamar Harus Atasi Tantangan Modern dan Perkuat Peran Ulama

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026 05:13 WIB
  • visibility 118
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Dalam sebuah halaqah pra muktamar di Ciganjur, Zainul Maarif mengajak publik mengkaji ulang masa depan NU setelah menyampaikan pandangannya tentang arah organisasi pesantren tersebut.

Zainul menekankan bahwa perbincangan tentang masa depan NU harus melampaui pergantian struktur kepengurusan semata.

Menurutnya, obrolan ini krusial untuk memastikan bahwa masa depan NU tetap menjadi milik umat dan bukan hanya tergantung pada mekanisme birokrasi internal.

Dalam acara bertajuk “Quo Vadis NU? Apakah NU Masih Milik Umat?” itu, Zainul meminta adanya pemikiran strategis tentang warisan kepemimpinan yang akan ditinggalkan oleh para pengurus saat ini.

Ia menyoroti peran ulama sebagai fondasi organisasi yang harus diperkuat agar NU tetap relevan di ranah sosial dan keilmuan.

Zainul berharap NU berkembang menjadi wahana yang melahirkan ilmuwan kompeten untuk kontribusi bangsa.

Ia menyebutkan bahwa tradisi melahirkan tokoh ilmiah itu telah dimulai minimal sejak zaman Kyai Said Aqil Siradj.

Halaqah tersebut berlangsung pada Sabtu malam, 4 Juli 2026, di Ciganjur, Jakarta Selatan.

Selain Zainul, acara dihadiri sejumlah narasumber dan pengurus, termasuk Ketua PBNU Savic Ali.

Hadir pula Wasekjen PP ISNU Amin Mudzakir dan Pengurus LD PBNU Achmad Ikrom sebagai peserta diskusi.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less