Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani Indonesia, sebut ada kudeta merambat dan militerisme.
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026 01:00 WIB
- visibility 41
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ray Rangkuti Cium Indikasi Kudeta Merambat Di Indonesia
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Para pembicara dalam diskusi publik mengingatkan adanya transisi subtansial menuju militerisme yang dapat merombak norma-norma sipil di Indonesia.
Ray Rangkuti, Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima), menyebut fenomena itu berbeda dari kudeta klasik dan menamainya selain sebagai ancaman politik baru.
Menurut Ray, istilah militerisme lebih tepat untuk menggambarkan ketika nilai, praktik, dan standar militer menjadi tolok ukur utama dalam kehidupan publik.
Ia menegaskan peluang terjadinya kudeta militer ala Myanmar, Niger, Gabon, atau Turki relatif kecil, namun pergeseran budaya menuju militerisme justru semakin jelas.
Ray memperingatkan bahwa militerisme terlihat dari upaya menstandardisasi disiplin dan karakter secara militer dalam berbagai lembaga sipil.
Salah satu contoh yang disorot adalah pemberian pelatihan militer kepada calon pengurus Koperasi Desa Merah Putih sebagai bagian dari pembentukan kepemimpinan lokal.
Ia menilai problemnya bukan semata program latihan, melainkan anggapan bahwa pembentukan karakter hanya efektif lewat pendidikan bergaya militer.
Diskusi tersebut berlangsung di Jakarta pada 8 Juli 2026 dan mengumpulkan akademisi serta pengamat kebijakan pertahanan.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



