Bupati PPU Mudyat Noor: Perusahaan sawit belum optimal tanggung biaya perbaikan jalan
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 9 Jul 2026 20:41 WIB
- visibility 46
- comment 0 komentar
- print Cetak

Perusahaan Sawit Belum Optimal Dalam Tingkatkan Kesejahteraan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Dalam pernyataannya usai menghadiri Workshop Asosiasi Kabupaten Penghasil Sawit Indonesia (AKPSI) dan Sawit Expo 2026, Bupati Penajam Paser Utara Mudyat Noor memperingatkan tentang dampak sawit terhadap infrastruktur yang semakin nyata di daerahnya.
Mudyat menyebut bahwa lalu lintas kendaraan bertonase tinggi yang mengangkut tandan buah segar (TBS) dan crude palm oil (CPO) tiap hari mempercepat kerusakan jalan provinsi, jalan kabupaten, hingga jalan desa.
Menurutnya, dampak sawit terhadap infrastruktur tidak boleh dianggap sepele karena mendorong frekuensi perbaikan dan biaya pemeliharaan yang meningkat bagi pemerintah daerah.
Bupati Mudyat Noor menegaskan bahwa perbaikan jalan akibat beban operasional perusahaan sawit seharusnya menjadi tanggung jawab bersama.
Ia menggarisbawahi bahwa perusahaan-perusahaan sawit memperoleh manfaat ekonomi dari keberadaan infrastruktur, sehingga wajar jika mereka turut ambil bagian dalam pemeliharaan dan pembangunan.
Sebagai Ketua AKPSI, Mudyat mendorong skema kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha sawit untuk menyusun solusi pendanaan perbaikan jalan.
Usulan itu mencakup mekanisme kontribusi langsung perusahaan, perjanjian pemeliharaan khusus, dan peningkatan pengawasan terhadap beban muatan kendaraan angkutan TBS dan CPO.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.



