Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta menyebut PDIP dan Megawati pengawal demokrasi
- account_circle khasanah
- calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026 12:40 WIB
- visibility 91
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tokoh Timor
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Tokoh Timor-Leste menilai bahwa PDI Perjuangan merupakan rujukan penting bagi upaya penguatan demokrasi di negara mereka.
Presiden José Ramos-Horta menekankan bahwa insiden penyerbuan pada 27 Juli 1996 menjadi momen penentu dalam perjalanan politik Indonesia dan membentuk makna perjuangan PDI Perjuangan.
Wakil Perdana Menteri Francisco Kalbuadi Lay menyatakan pengamatannya pada masa Orde Baru memberikan pemahaman mendalam tentang kegigihan dan konsistensi PDI Perjuangan.
Ramos-Horta menyebutkan bahwa kekerasan yang terjadi pada hari itu mengangkat sosok Megawati Soekarnoputri ke posisi simbolis perlawanan terhadap otoritarianisme.
Menurutnya, pengaruh peristiwa 27 Juli 1996 turut mendorong momentum Reformasi yang kemudian merombak lanskap politik nasional.
Wakil Perdana Menteri yang akrab disapa Chico mengisahkan pengamatannya terhadap dinamika politik Indonesia ketika Timor-Leste masih bagian dari wilayah Indonesia.
Chico mengenang kesabaran dan keteguhan Megawati dalam menghadapi tekanan politik pada era tersebut.
Ia menilai bahwa konsistensi sikap tersebut membuahkan posisi kuat yang dipertahankan hingga era politik berikutnya.
Penasihat Senior Presiden Timor-Leste, Nelson Santos, menilai pengalaman partai itu sebagai pelajaran praktis bagi proses konsolidasi demokrasi di Timor-Leste.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




