Breaking News
Trending Tags

Presiden Prabowo Subianto mengkritik neoliberalisme dan mendorong ekonomi kekeluargaan

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026 21:43 WIB
  • visibility 80
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, Hasanah.id – Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengecam pengaruh kuat neoliberalisme yang menguasai ekonomi nasional, menilai paham itu bertentangan dengan UUD 1945.

Dalam pidato pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79, Prabowo menegaskan perlunya membalikkan arah kebijakan ekonomi yang selama ini condong pada neoliberalisme.

Ia menyatakan negara harus memprioritaskan sistem ekonomi kekeluargaan seperti yang diwariskan para pendiri bangsa, karena menurutnya neoliberalisme tidak selaras dengan tujuan konstitusi UUD 1945.

Prabowo juga mengkritik elit masa lalu yang menurutnya terlalu mengagungkan model ekonomi Barat.

Pengalaman tiga dekade terakhir menjadi dasar evaluasi pemerintah terhadap arah kebijakan ekonomi.

Menurut Presiden, praktik kapitalisme dan paham pasar bebas selama periode itu tidak berhasil menjamin kesejahteraan rakyat.

Ia menyatakan dirinya sejak awal sudah memperingatkan tentang risiko paham tersebut.

Pernyataan itu disampaikan saat ia berbicara di hadapan para pengurus dan anggota koperasi nasional.

Ia mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi dan usaha bersama sebagai alternatif kebijakan.

Langkah kebijakan yang pro-koperasi menurutnya harus didukung dengan regulasi dan pembiayaan yang memadai.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less