Breaking News
Trending Tags

Anhusadar Mendesak Polri Tindak Buzzer Disinformasi Kejaksaan dan Memuji Presiden Prabowo

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Senin, 13 Jul 2026 16:44 WIB
  • visibility 113
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dampak dari penyebaran informasi menyesatkan tidak hanya merugikan institusi tetapi juga rakyat secara keseluruhan.

Oleh sebab itu penegakan hukum di dunia siber harus berjalan profesional dan objektif tanpa pandang bulu.

Kebebasan berpendapat tetap dihormati, namun bukan alasan untuk merelatifkan penyebaran informasi yang salah, tegasnya.

Anhusadar memberikan apresiasi atas komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pemberantasan korupsi sebagai agenda prioritas nasional.

Pesan Presiden diharapkan menjadi pedoman bagi setiap institusi untuk melakukan evaluasi dan perbaikan internal.

Introspeksi organisasi, menurutnya, merupakan langkah penting menuju institusi yang lebih profesional dan akuntabel.

Namun semangat perbaikan tidak boleh dijadikan alat untuk menyulut fitnah atau kampanye negatif.

Anhusadar mengajak publik meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Peran warga dalam menjaga kualitas ruang informasi merupakan tanggung jawab bersama demi tercapainya tata kelola pemerintahan yang bersih.

Ia menegaskan kembali bahwa pengamanan Kejaksaan oleh TNI harus dipahami dalam konteks hukum dan prosedur yang jelas.

Terakhir, Anhusadar mengimbau media dan pengguna internet untuk mengutamakan data dan etika dalam setiap publikasi.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less