Breaking News
Trending Tags

Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad menyoroti ketimpangan daya tampung sekolah

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026 14:51 WIB
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ia juga mencatat tantangan akses pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di mana siswa sering menempuh jarak jauh untuk sekadar mencapai sekolah terdekat.

Habib menilai program Wajib Belajar 13 Tahun penting tetapi belum cukup jika distribusi siswa dan kapasitas sekolah tidak dikelola dengan tepat.

Untuk itu diperlukan data terintegrasi yang memetakan kapasitas ruang kelas, distribusi populasi usia sekolah, dan kualitas fasilitas di setiap satuan pendidikan.

Pengelolaan data yang lebih baik dapat membantu pemerintah merumuskan kebijakan alokasi siswa dan dukungan untuk sekolah swasta yang rentan.

Habib menyampaikan apresiasi terhadap langkah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti yang dinilai responsif menanggapi persoalan pendidikan yang muncul.

Menurutnya, di bawah pembinaan Menteri, jarak antara munculnya masalah dan implementasi solusi menjadi lebih singkat.

Namun, Habib mengingatkan bahwa tindakan konkret diperlukan untuk mencegah penurunan kualitas layanan akibat ketimpangan daya tampung sekolah.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola sekolah demi pemerataan akses dan mutu pendidikan.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less