Diskusi Singa Muda Hanura Tanggapi Tingginya Biaya Politik untuk Generasi Masa Depan
- account_circle khasanah
- calendar_month Senin, 24 Agt 2026 01:35 WIB
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

Diskusi Muda Hanura: Menyikapi Tingginya Biaya Politik di Indonesia untuk Masa Depan Lebih Baik
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Pimpinan Pusat Singa Muda Hanura menggelar Dialog Kebangsaan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, untuk merayakan 81 tahun proklamasi. Acara ini bertajuk “Refleksi 81 Tahun Proklamasi, Sudahkah Indonesia Merdeka?” dan berlangsung di Kantor DPP Partai Hanura, Jakarta Pusat.
Ketua Umum PP Singa Muda Hanura, Abraham, menyatakan bahwa tujuan dialog ini adalah untuk memberi kesempatan kepada generasi Z dan milenial agar dapat berkontribusi secara aktif. “Dialog ini menjadi wadah bagi anak muda untuk menuangkan gagasan, kritik, dan pandangan terhadap perkembangan bangsa,” ungkap Abraham saat membuka acara.
Sesi diskusi dipandu oleh moderator Agustini Nurur Rohmah dan dihadiri oleh pimpinan organisasi mahasiswa di tingkat nasional. Dalam segmen analisis politik, Ketua Umum DPP GMNI Sujahri Somar menekankan perlunya revisi Undang-Undang Partai Politik. Ia menyoroti isu transparansi dalam kaderisasi dan mekanisme internal yang lebih efektif.
Lebih lanjut, Sujahri menyoroti tingginya biaya politik yang menjadi penghalang bagi kaum muda untuk terlibat dalam kontestasi nasional. Hal senada diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal EN-LMND, Riski Oktari Putra, yang mendorong partai politik untuk lebih aktif mengedarkan gagasan-gagasan konstruktif. “Komunikasi politik tidak seharusnya bersifat transaksional menjelang pemilu,” tegas Riski.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




