Breaking News
Trending Tags

Pemerintah Indonesia dan Teuku Faisal Fathani Perkuat Sistem Peringatan Dini Tsunami di NTT

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026 03:24 WIB
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Flores, Hasanah.id – Pemerintah Indonesia semakin meningkatkan upaya untuk menangani dan memitigasi dampak bencana gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fokus utama adalah memastikan sistem peringatan dini tsunami dapat berfungsi secara efektif.

Pada rapat penanganan bencana yang diadakan pada Rabu, 26 Agustus 2026, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani memberikan penjelasan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai situasi tersebut.

Fathani menjelaskan bahwa sistem peringatan dini telah beroperasi dengan baik sejak gempa terjadi. “Kecepatan dalam menyampaikan informasi ini berkontribusi untuk meminimalkan dampak tsunami yang menerjang beberapa daerah di utara Pulau Flores,” tuturnya.

BMKG telah mengoperasikan 2.000 alat sensor kegempaan utama, dengan 175 unit di antaranya terpasang di NTT. “Saat terjadi gempa, kita harus segera memberi tahu potensi tsunami dalam waktu kurang dari 3 menit,” tambahnya.

Selama gempa, BMKG berhasil mengumumkan informasi kepada masyarakat dalam waktu tepat 2 menit 16 detik, melalui berbagai kanal media. “Hal ini memungkinkan warga mengambil tindakan penyelamatan sebelum tsunami tiba,” lanjutnya.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less