Kemenkeu Purbaya Yudhi Sadewa Validasi Anggaran DTSEN dan Sensus Ekonomi Rp7 Triliun
- account_circle khasanah
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026 08:53 WIB
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kemenkeu Tegaskan Anggaran DTSEN BPS Rp7 Triliun Valid
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, Hasanah.id – Kementerian Keuangan resmi memberikan klarifikasi mengenai anggaran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta Sensus Ekonomi yang diperkirakan mencapai hampir Rp7 triliun.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Deni Surjantoro, menjelaskan bahwa jumlah itu mencakup total alokasi anggaran operasional dan program Badan Pusat Statistik (BPS) secara keseluruhan. “Ini bukan dana yang khusus ditujukan untuk DTSEN atau Sensus Ekonomi,” ungkap Deni dalam keterangan tertulisnya pada Rabu malam, 26 Agustus 2026.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan pentingnya revisi untuk meningkatkan DTSEN. Ia meminta BPS untuk lebih akurat dalam menentukan desil masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memperbaiki data agar penetapan kelompok kesejahteraan lebih valid. “DTSEN sedang diperbaiki,” jelas Purbaya usai sidang debottlenecking di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, pada Rabu siang.
Mengenai anggaran, Purbaya mengonfirmasi bahwa dana untuk sensus dan penyempurnaan DTSEN mencapai hampir Rp7 triliun. “Jadi, total untuk DTSEN dan sensus itu sedikit lebih dari Rp7 triliun. Mereka meminta tambahan anggaran di awal tahun 2026, dan kami memenuhi permintaan tersebut untuk memastikan DTSEN berfungsi optimal,” lanjutnya.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




