AHWA Harus Bebas dari Konflik untuk Pilih Ketua Umum PBNU, Tegas Taufik CH
- account_circle khasanah
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026 14:35 WIB
- visibility 13
- comment 0 komentar
- print Cetak

AHWA Pemilih Ketua Umum PBNU Harus Bebas dari Konflik: Pentingnya Integritas dalam Kepemimpinan NU
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
“Hal ini sangat penting, terutama dengan adanya usulan agar fungsi AHWA tidak hanya terbatas pada pemilihan Ketua Umum PBNU,” tambah Taufik.
Konflik kepengurusan PBNU sebelumnya menjadi sorotan, di mana Taufik mencatat adanya tindakan saling memberhentikan yang disayangkan.
“NU sebenarnya telah memiliki mekanisme penyelesaian konflik melalui majelis tahkim. Namun, fungsinya tidak berjalan optimal karena yang terlibat konflik juga menjadi bagian dari lembaga penyelesaian,” ungkap Taufik.
Ia mengingatkan bahwa anggota majelis tahkim harus bebas dari kepentingan dan konflik internal untuk menjaga objektivitas.
“Sangat sulit bagi mereka yang sedang berkonflik untuk mengambil keputusan di majelis tahkim secara objektif,” jelasnya.
Taufik berharap bahwa penguatan AHWA ke depan dapat memperkuat kewibawaan moral NU. Ini penting untuk menciptakan mekanisme penyelesaian konflik yang dapat diakui dan dipercaya oleh seluruh warga nahdliyin.
Penulis khasanah
jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.




