Breaking News
Trending Tags

Profil 9 Ulama AHWA: Dampak Terhadap PBNU dan Arah Kebijakan Nahdlatul Ulama 2026-2031

  • account_circle khasanah
  • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026 22:25 WIB
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jombang, Hasanah.id – Pada sidang pleno IV Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), sembilan ulama sepuh resmi dilantik sebagai anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Keberadaan AHWA sangat penting dalam menentukan posisi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk periode 2026-2031.

Di antara kiai terpilih, Tgk H Nuruzzahri Yahya dari Aceh menonjol sebagai pendiri Dayah Ummul Ayman, serta memiliki pengalaman yang luas di NU.

KH Nurul Huda Djazuli, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah di Kediri, menyatakan komitmennya untuk meningkatkan pendidikan di NU.

AGH Baharuddin HS, yang berasal dari Sulawesi Selatan dan juga menjabat Rais Syuriyah PWNU, menekankan pentingnya melibatkan generasi muda dalam organisasi keagamaan.

KH Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU periode 2022-2027, juga terpilih memasuki jajaran AHWA, diakui atas dedikasinya dalam bidang pendidikan agama.

KH Afifuddin Muhajir dari Situbondo menggarisbawahi pentingnya metodologi yang sesuai untuk konteks kebangsaan saat ini.

Sementara itu, KH Anwar Iskandar, Ketua Umum MUI terpilih periode 2025-2030, mengajak masyarakat dan ulama untuk bersinergi menghadapi tantangan zaman.

KH M Anwar Manshur, pengasuh utama Pesantren Lirboyo, menekankan perlunya menjaga warisan keilmuan untuk generasi mendatang.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

Avatar of khasanah

Penulis

jurnalis dan penulisan konten digital di Hasanah.id yang mengkhususkan diri pada peliputan tren global, gaya hidup modern, dan isu-isu internasional terkini.

expand_less