Breaking News
Trending Tags

Hanura: Prabowo dari Ketiak ke Ketiak

  • account_circle hasanah editor
  • calendar_month Rabu, 8 Agt 2018
  • visibility 693
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sindiran Anggota DPR ini belum selesai. Dengan nada sarkasme, Inas menyebut justru rekomendasi Ijtimak Ulama membuat Prabowo seperti ‘tersandera’, padahal dua kandidat itu tidak akan memberikan dampak elektoral yang cukup besar.

“Rekomendasi ini menjadi dilema untuk Prabowo karena 2 orang bakal cawapres tersebut sama sekali tidak akan bisa membantu logistik yang diperlukan untuk menuju RI 1, padahal sumbangan kencleng yang diharapkan dapat menghimpun dana besar untuk logistik pilpres ternyata jauh api daripada panggang,” ujarnya.

Lalu Inas menyinggung soal masuknya Partai Demokrat ke koalisi Prabowo. Dengan dukungan dari Ketum PD Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), akan lebih menguntungkan untuk Prabowo, namun tetap ada timbal baliknya, yakni posisi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Adanya tawaran SBY untuk berkoalisi dengan Prabowo bukan-nya tidak ada daya tarik, yang pasti adalah logistik bisa terjamin karena dana yang luar biasa besar akan mengalir ke kocek pemenangan pilpres Prabowo, asalkan Prabowo mau menerima AHY sebagai bakal cawapres-nya,” sebut Inas.

Hanya saja, dia menyoroti soal sosol SBY yang pernah menjadi presiden dua periode. Bila pada akhirnya berhasil menjadi presiden, menurut Inas, Prabowo akan didikte oleh SBY.

Ikuti Kami Di:
Hasanah di Google News

  • Penulis: hasanah editor
expand_less